BANDUNG – Arema FC/Malang sukses besar saat menggunakan dua pemain Singapura, Noh Alam Shah dan Muhammad Ridhuan di Liga Super Indonesia 2009-2010. Saat itu, Noh Alam Shah dan Ridhuan yang berstatus personel andalan Tim Nasional Singapura, membantu Singo Edan –julukan Arema– menjadi yang terbaik di Liga Super Indonesia 2009-2010.
Kesuksesan Arema di atas pun coba diemulasi Persib Bandung. Pada 2010-2011, manajemen Persib mendatangkan dua pemain Timnas Singapura lainnya, Baihakki Khaizan dan Shahril Ishak. Harapannya dengan mendatangkan dua nama di atas, Maung Bandung –julukan Persib– dapat mengakhiri paceklik gelar Liga Indonesia mereka yang telah berlangsung sejak 1994.
(Baihakki pernah bela Persib Bandung)
Hanya saja, Ishak dan Baihakki gagal memberikan peran yang besar kepada Persib. Di paruh pertama musim 2010-2011, Shahril lebih banyak duduk di bangku cadangan dengan koleksi 694 menit dari 11 pertandingan. Sementara Baihakki yang beroperasi di jantung pertahanan hanya mencatatkan sembilan pertandingan.
BACA JUGA: Pelatih Persib Sabar Tunggu Kabar Kelanjutan Liga 1 2020
Karena performa yang tak sesuai harapan, Baihakki dan Shahril dilepas pada pertengahan musim. Keduanya dilepas ke tim Liga Primer Indonesia, Medan Chiefs. Setelah gagal dengan dua nama di atas, Persib tidak kapok mendatangkan pemain Negeri Singa.