MANCHESTER – Pesepakbola legenda Bulgaria, Dimitar Berbatov, mengaku sedih tidak dibawa sang pelatih, Sir Alex Ferguson, ke final Liga Champions 2010-2011. Berbatov mengaku kaget tidak dibawa Ferguson ke final karena saat itu ia berstatus sebagai juru gedor utama Manchester United.
Sebelum laga final digelar, Berbatov tercatat sebagai top skor Man United. Dari 42 pertandingan di semua kompetisi, eks penyerang Tottenham Hotspur itu mengoleksi 21 gol.
Koleksi gol Berbatov masih lebih baik ketimbang Javier ‘Chicharito’ Hernandez yang mencetak 20 bola dan Rooney (15). Hanya saja, keputusan harus diambil Fergie –sapaan akrab Ferguson. Saat itu, Ferguson melihat Chicharito lebih siap dimainkan sebagai ujung tombak Man United dalam pola 4-4-1-1.
Alhasil, Chicharito yang dibawaFergie saat Man United menghadapi Barcelona di final Liga Champions 2010-2011 yang digelar di Stadion Wembley tersebut. Keputusan di atas benar-benar membuat hati Berbatov hancur.
BACA JUGA: Intip Apartemen Mewah Alexis Sanchez Senilai Rp38,4 Miliar
“Sebelum pertandingan, Fergie memanggil saya dan berkata: ‘Berbs (Berbatov), itu membunuh saya, tapi saya harus meninggalkan Anda’. Kalimat itu benar-benar menyakitkan saya, mengingat saat itu saya tercatat sebagai top skor Man United,” kata Berbatov mengutip dari Daily Mail, Selasa (28/4/2020).