SURABAYA - Pertandingan Persebaya Surabaya melawan PSS Sleman yang berakhir rusuh membuat manajemen Bajul Ijo - julukan Persebaya- pasrah akan sanksi yang diberikan Komisi Disiplin (Komdis) PSSI kepada mereka. Direktur Media Nanang Priyatno menyebut bila Komdis menjatuhkan sanksi kepada tim kebanggaan warga Surabaya itu, manajemen tak bisa berbuat apa-apa.
"Ya kami tidak bisa apa-apa kalau dijatuhi sanksi. Itu kewenangan Komdis kami akan jalani," ungkap Nanang saat dikonfirmasi awak media.
(Persebaya kalah 2-3 dari PSS)
Namun, ia berharap sanksi yang diberikan Persebaya tak terlalu berat, sehingga Green Force - julukan Persebaya- tetap bisa bermain di Surabaya dan kembali bangkit menatap laga selanjutnya. "Kami berharap tetap bisa bermain di Surabaya dan bangkit lagi di sini," imbuhnya.
BACA JUGA: Seto Nurdiantoro Angkat Bicara Rusuhnya Pertandingan Persebaya Lawan PSS
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Oknum suporter Bonek berbuat anarkis setelah Persebaya menderita kekalahan 2-3 dari tim tamu PSS Sleman. Para suporter merusak papan iklan, bangku cadangan pemain, spanduk, hingga kursi di tribun penonton. Bahkan landasan lari di setel ban pun tak luput dibakar suporter.
Pihak keamanan tak mampu berbuat banyak lantaran kalah jumlah dengan ribuan suporter yang memasuki lapangan stadion. Akibat aksi ini skuad Persebaya langsung dievakuasi ke ruang ganti dan segera meninggalkan stadion dengan menggunakan dua unit kendaraan taktis milik Polda Jawa Timur.
Akibat tak kunjung meraih kemenangan dalam enam laga terakhir di Liga 1 2019, Persebaya pun semakin tercecer di klasemen sementara. Setelah melalui 14 pertandingan, Persebaya tertahan di posisi sembilan dengan koleksi 31 angka.
(Ramdani Bur)