Kuncinya di Transfer
Jelang akhir musim 2018-2019, Ole Gunnar Solskjaer berucap akan mendatangkan paling tidak 5-6 pemain di bursa transfer musim panas. Nyatanya, hanya tiga penggawa yang direkrut, itu pun melalui drama-drama tersendiri.
Daniel James menjadi rekrutan pertama, disusul Aaron Wan-Bissaka dan Harry Maguire. Dua dari tiga personel baru itu didatangkan untuk memperkuat lini belakang yang keropos musim lalu. David de Gea bahkan harus memungut bola sebanyak 54 kali musim lalu, itu hanya menghitung Liga Inggris.
Wan-Bissaka dan Maguire tentu harus membuktikan kepantasan direkrut dengan harga mahal, sedangkan James diproyeksikan untuk jangka panjang. Sepintas, transfer ketiga pemain itu cukup untuk Man United, tetapi belum memperbaiki kelemahan lainnya.
Penggemar-penggemar Man United di Inggris sana kerap berisik di media sosial, utamanya Twitter, dan mendesak klub merekrut setidaknya satu gelandang tengah serta striker. Kreativitas serta produktivitas lini tengah dan depan memang patut ditingkatkan untuk menyaingi dua tetangga, Manchester City dan Liverpool.
Man United musim lalu hanya mencetak 65 gol di Liga Inggris. Dari tim penghuni enam besar, produktivitas mereka hanya lebih bagus dua gol dibandingkan Chelsea. Kehadiran gelandang produktif sangat vital untuk menggaransi gol dari lini kedua demi mengurangi beban Paul Pogba.