Karena itu tak heran, pelatih asal Spanyol itu telah mengoleksi dua trofi si Kuping Besar, tepatnya pada 2008-2009 dan 2010-2011. Akan tetapi, sudah cukup lama Guardiola tidak meraih trofi Liga Champions.
Setelah meninggalkan Barcelona pada 2012, pencapaian terbaik Guardiola hanyalah mengantarkan Bayern Munich lolos ke semifinal edisi 2013-2014, 2014-2015 dan 2015-2016. Sementara bersama Man City, prestasi terbaiknya hanya lolos ke perempatfinal 2017-2018 dan 2018-2019.
(Guardiola saat menangani Barcelona pada 2008-2009)
Atas alasan itu, bukan tak mungkin Guardiola membelot ke Juventus, klub yang diketahui tertarik menggunakan jasa pelatih asal Spanyol tersebut. Terlebih, Juventus memiliki ambisi besar di setiap musimnya, yakni memenangi trofi Liga Champions.
(Ramdani Bur)