“Tiki-taka adalah sebuah konsep (permainan) yang tidak saya sukai. Mungkin kelihatannya (taktik tiki-taka) sangat menyenangkan, namun kenyataannya tidak seperti itu. Rahasiannya adalah menekan lawan untuk membuat mereka bergerak sesuai dengan apa yang kami inginkan,” terang Guardiola, seperti dilansir dari Calcio Mercato, Senin (15/10/2018).
Terlepas apakah Guardiola menyukai taktik tiki-taka atau tidak, kenyataannya tetap tak berubah bahwa strategi tersebut telah membuat pelatih berusia 47 tahun berjaya di Barcelona beberapa musim yang lalu. Bahkan, dengan taktik tersebut Guardiola bisa membuat Barcelona merebut treble winners pada musim 2008-2009.
(Rivan Nasri Rachman)