SIDOARJO - Laga antara Timnas Indonesia U-16 melawan Myanmar dalam lanjutan matchday kedua babak penyisihan Grup A Piala AFF U-16 2018 berjalan dengan tempo tinggi. Banyak gesekan terjadi di antara para pemain yang memancing emosi kedua tim.
Pelatih Myanmar, Nyi Nyi Latt. menganggap emosi dari kedua tim merupakan hal yang wajar mengingat dihuni banyak pemain muda.
"Kedua tim ingin menang, sehingga terjadi gesekan-gesekan antar pemain. Terlebih banyak pemain muda," terang Nyi Nyi Latt saat konferensi pers, Rabu (1/8/2018).
(Baca juga: Pelatih Timnas Indonesia U-16 Keluhkan Kepemimpinan Wasit di Laga Kontra Myanmar)
Kendati begitu, ia menegaskan harus ada sosok yang mampu menenangkan emosi para pemain lainnya di atas lapangan.
"Tugas kami sebagai pelatih yang menenangkan pemain supaya tidak emosi," ujar Nyi Nyi Latt.
Sementara itu Pelatih Timnas Indonesia, U-16 Fakhri Husaini, menyatakan sudah berulang kali mewanti-wanti anak asuhnya untuk tidak terpancing emosi.
"Sudah sering saya tekankan itu (tahan emosi). Tapi sebagian dari mereka tidak mampu menahan emosi lagi. Ini buat pelajar ke depannya bagi mereka," tutur Fahri.
Laga Timnas Myanmar U-16 melawan Timnas Indonesia U-16 pada Selasa malam 31 Juli 2018 di Stadion Gelora Delta Sidoarjo, diwarnai beragam kontak fisik dan protes antar pemain. Alhasil wasit Amdillah Zainuddin dibuat kerja keras memimpin pertandingan. Wasit asal Brunei Darussalam ini juga mengeluarkan lima kartu kuning bagi kedua tim.
(Fetra Hariandja)