Pada saat pertandingan final tersebut, laga yang berlangsung selama 90 menit ternyata tidak cukup untuk menentukan siapa yang berhak menjadi jawara Eropa di musim tersebut lantaran skor imbang 1-1. Alhasil, pertandingan pun dilanjutkan ke babak tambahan. Namun, kedua tim tak juga menambahkan skor, maka satu-satunya pilihan adalah melalui drama adu penalti.
Akan tetapi, pemain keempat Atletico yang pada saat itu adalah Juanfran, gagal menyarangkan bola ke gawang rival sekotanya tersebut. Alhasil, penendang kelima Madrid, Cristiano Ronaldo yang berhasil mengeksekusi penalti tersebut pun sudah cukup membuat tim berjuluk Los Blancos untuk meraih gelar juara Liga Champions 2015-2016.
Baca juga: Barcelona Tebus Griezmann Melebihi Klausul Lepasnya
(Laga semifinal Atletico vs Arsenal. Foto: AFP)
Kendati demikian, kegagalan Juanfran di laga final dua tahun lalu tak membuat dirinya merasa trauma. Ia mengaku tidak merasa takut dan siap jika pelatih memerintahkan untuk mengambil tendangan penalti.
“Jika sang pelatih memintaku untuk mengambil satu (tendangan penalti di final vs Marseille), saya akan mengambilnya. Saya tidak takut. Selama ini, saya sudah melakukan dua kali tendangan penalti untuk Atletico. Saat melawan PSV Eindhoven saya berhasil mencetak gol dan saya merasa senang. Dan saat di final melawan Madrid tendangan saya mengenai tiang gawang, itu memang tidak baik,” ucap Juanfran, dikutip dari Sportskeeda, Rabu (16/5/2018).
(Fetra Hariandja)