Potensi UEFA Tendang Milan dari Liga Eropa 2018-2019

Djanti Virantika, Jurnalis · Jum'at 01 Juni 2018 19:12 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2018 06 01 51 1905494 potensi-uefa-tendang-milan-dari-liga-eropa-2018-2019-7kchOUg9f8.jpg Para pemain AC Milan. (Foto: AFP)

MASALAH financial fair play (FFP) yang tengah menimpa klub asal Italia, AC Milan, telah memasuki babak baru. Tampaknya, penyelidikan yang terus dilakukan Federasi Sepakbola Eropa (UEFA) mulai menemukan titik terang.

Sebagaimana diwartakan Football Italia, Jumat (1/6/2018), The New York Times mengklaim bahwa tim investigasi FFP telah merekomendasikan UEFA untuk mengeluarkan Milan dari Liga Eropa 2018-2019. Sebab, penyelidikan yang dilakukan UEFA semakin membuktikan adanya pelanggaran FFP.

AC Milan

(AC Milan. Foto: Reuters)

Menurut The New York Times, kabar ini disampaikan oleh dua orang yang terlibat dalam proses penyelidikan tersebut. Keputusan pasti terkait hukuman untuk Milan baru akan diumumkan beberapa pekan ke depan.

BACA JUGA: Terlilit Hutang, Milan Siap Menyelesaikan Kesepakatan dengan UEFA

Masalah ini bermula dari akuisisi Milan oleh investor asal China, Yonghong Li, pada April 2017. Saat itu, pengambilalihan tim menghabiskan biaya lebih dari 600 juta poundsterling. Setelah itu, tim yang bermarkas di Stadion San Siro kembali mengeluarkan dana yang besar untuk membeli pemain pada musim 2017-2018 senilai lebih dari 200 juta euro atau setara Rp3,1 triliun.

AC Milan

(AC Milan. Foto: Reuters)

Milan pun dilaporkan memiliki kerugian sebesar 255 juta euro atau sekira Rp3,4 triliun selama tiga tahun terakhir. Mereka akhirnya mengambil pinjaman dari dana ekuitas swasta Amerika Serikat, Elliot Management, senilai lebih dari 300 juta euro (Rp4,7 triliun). CEO Milan, Marco Fassone, rencananya bakal mengembalikan peminjaman tersebut pada tahun ini.

Besarnya dana yang terus dikeluarkan Milan telah memicu kecurigaan dari UEFA. Mereka menduga tim asuhan Gennaro Gattuso itu telah melakukan pelanggaran terkait regulasi FFP yang telah ditetapkan UEFA. Sebab, dalam aturan tersebut, setiap klub di Eropa tidak diperkenankan mempunyai utang yang besar dan juga tidak diperkenankan berbelanja pemain terlalu besar.

(fmh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini