MALANG - Menjelang bergulirnya Liga 1 2018, manajemen tim Perseru Serui mengontrak pelatih anyar yakni I Putu Gede. Mantan pemain Timnas Indonesia itu baru melatih Perseru pada Februari lalu. Hal itu pun membuat Putu Gede baru beberapa kali menangani tim asuhannya tersebut.
Saat ditemui Okezone di Malang, Putu Gede mengakui ia baru memimpin latihan Perseru sebanyak lima kali. Meski demikian, dirinya menyebut sudah ada progres pada anak asuhnya.
"Saya baru lima kali pertemuan dengan tim. Tapi kalau melihat uji coba lawan PSM dan Asifa saya akui memang sudah ada progres positif," ungkap pelatih asal Denpasar, Bali ini.
Progres positif yang ia maksud yakni anak asuhnya mulai mengerti permainan apa yang diinginkannya sebagai pelatih. Menurutnya, permainan pendek merapat dengan pressing tinggi menjadi salah satu ciri khas permainan yang diinginkannya.
BACA JUGA: Perseru Serui Launching Jersey di Kota Malang Jelang Liga 1 Musim 2018
Terkait materi pemain Laskar Cendrawasih Jingga -julukan Perseru Serui, Putu Gede mengaku sudah melihat kualitas pemainnya. Akan tetapi ia mengaku kekurangan di lini belakang sudah ditemukan solusinya setelah mendatangkan Kunihiro Yamashita.
"Yamashita bagus, dia bagus dalam berkomunikasi. Kekurangan pemimpin di belakang, dia bisa jadi pemimpin," tutur eks pelatih Persibo Bojonegoro itu.
Dirinya juga mengapresiasi manajemen tim yang memberikan porsi 90% pemain asli Papua. Ia melihat banyak sekali pemain lokal Papua yang memiliki kualitas bersaing di level teratas sepakbola.
"Ini modal bagi Perseru. Perlu namanya fanatisme bagi tim Indonesia. Dengan mengedepankan talenta Papua," pungkasnya.
(Ramdani Bur)