“Karena ada keterikatan emosi tersendiri saat beliau mengenakan logo GO-JEK di dada kanan saat laga terakhirnya. Hal ini membuat kami bangga. Kami percaya semangat beliau akan selalu menginspirasi para pemain bola lainnya,” ungkap Jakubowski.
Baca juga: Bentuk Solidaritas dan Dukungan kepada Almarhum Choirul Huda, Kiper Indonesia Gelar Lelang Jersey
Seperti diketahui, Choirul Huda mengembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sugiri Lamongan usai melewati masa kritis akibat benturan dengan rekan setimnya Ramon Rodrigues di pertandingan Liga 1 2017. Insiden itu terjadi pada laga Persela Lamongan melawan Semen Padang di Stadion Surajaya, Minggu 15 Oktober 2017.
Huda sempat mendapat pertolongan pertama dengan alat bantu pernapasan di lapangan saat dirinya tergeletak dan mulai kesakitan di bagian dada. Tak lama berselang, ia dibawa ke rumah sakit menggunakan ambulans. Namun, nyawa kiper berusia 38 tahun itu tak tertolong dan Persela pun kehilangan penggawa terbaiknya.
(Fetra Hariandja)