PENAMPILAN impresif yang ditunjukkan Atalanta sepanjang gelarang Liga Italia 2016-2017, menjadikan mereka sebagai salah satu tim yang kini diperhitungkan. Bagaimana tidak, meski klub berjuluk Orobici itu tidak dihuni oleh sederet nama pemain beken, tetapi nyatanya mereka mampu menembus papan atas klasemen.
Atalanta sukses finis di posisi keempat pada gelaran Liga Italia 2016-2017 dengan koleksi 72 poin dan mencatatkan 21 kemenangan. Hal tersebut jelas sangat kontras bila menilik pada musim kompetisi 2015-2016, di mana mereka hanya dapat finis di posisi ke-13 dengan raihan 45 poin saja.
Torehan gemilang yang dicatatkan Atalanta musim lalu itu jelas merusak tradisi tujuh klub elite liga Italia yang selama ini ada. Selama ini Liga Italia dikenal memiliki tujuh klub besar dalam diri Juventus, AC Milan, Inter Milan, AS Roma, Lazio, Napoli, dan Fiorentina. Posisi empat besar pun acapkali diperebutkan oleh ketujuh tim tersebut. Namun, cerita berbeda nyatanya bisa dihadirkan Atalanta musim lalu yang merusak tradisi tersebut.
Sang Allenatore
Adapun pelatih Atalanta, Gian Piero Gasperini, yang dinilai sebagai dalang kesuksesan klub asal Lombarida itu pada gelaran Liga Italia musim lalu. Gasperini ditunjuk sebagai juru taktik Atalanta pada14 Juni 2016 guna menggantikan Edy Reja yang dianggap gagal menukangi tim.
Berbekal sederet pemain muda, Gasperini terbukti mampu membuat mereka mengeluarkan kemampuan terbaiknya dan meracik mereka menjadi tim dengan semangat tinggi. Tidak hanya itu, bahkan kini para pemain muda Atalanta arahan Gasperini berhasil mencuri perhatian tim-tim besar untuk diboyong.
Ditinggal Bintang Muda
Jelang musim kompetisi 2017-2018, Atalanta harus rela kehilangan beberapa pemain muda yang dijadikan andalan mereka di musim lalu. Sebut saja nama Franck Kessie yang menjadi tulang punggung tim di lini tengah serta Andrea Conti yang meraih gelar sebagai bek terbaik Liga Italia 2016-2017.
Kedua bintang muda tersebut diboyong oleh AC Milan dengan harga yang tak sedikit. Kendati begitu, bukan berarti Atalanta akan langsung terpuruk lantaran dua pemain andalan mereka meninggalkan tim. Justru sebaliknya, juara Coppa Italia sebanyak satu kali itu akan lebih giat mengorbitkan nama-nama pemain muda baru lainnya.
Bertahannya Pilar-Pilar Utama
Gasperini tampaknya tak akan terlalu ambil pusing dengan kepergian Kessie dan Conti, pasalnya ia masih memiliki para pemain utama di masing-masing lini. Sebut saja nama Papu Gomez yang kerap beroperasi di sayap kiri dan bek andalan mereka Mattia Caldara.
Pada musim lalu, Gomez yang menyandang status sebagai kapten tim merupakan salah satu sosok kunci yang tak tergantikan di lini serang Atalanta. Tercatat, winger berkebangsaan Argentina itu sukses menyumbangkan 16 gol dan 12 assist dari 37 penampilan. Sumbangan 16 gol itu juga sekaligus menjadikannya sebagai top skor tim musim lalu.
Sedangkan untuk Caldara, bek muda Italia ini tak hanya ahli dalam urusan bertahan, tetapi ia juga mampu mencatatkan namanya di papan skor. Dari 30 penampilan yang dilakoni Caldara musim lalu, bek 23 tahun itu sukses membobol jala gawang lawan sebanyak tujuh kali. Jumlah itu jelas tidak sedikit, mengingat dirinya yang berstatus sebagai bek.
Adapun Etrit Berisha, yakni penjaga gawang utama Atalanta musim lalu. Dari total 41 pertandingan yang dijalani Atalanta di semua kompetisi, Berisha dipercaya sebanyak 27 kali menjaga gawang mereka. Penjaga gawang yang pada awalnya berstatus pemain pinjaman dari Lazio itu, pada akhirnya dipermanenkan oleh manajemen tim dengan harga 4,25 juta pounds lantaran penampilan gemilangnya.
Sedangkan untuk posisi yang ditinggal oleh Kessie dan Conti, Atalanta juga sudah menyiapkan penggantinya. Pada musim lalu, kala Kessie tak mampu bertanding, Bryan Cristante menjadi pemain yang dipercaya Gasperini untuk mengisi posisi tersebut. Hasilnya pun tak mengecewakan, Atalanta tetap meraih hasil maksimal bahkan kemenangan.
Di posisi bek kanan, meski Conti memiliki peran vital, tetapi itu tak berarti posisinya tak tergantikan. Faktanya, Hans Hateboer beberapa kali mampu mengisi posisi Conti bila sang pemain tak bisa turut bertanding. Selain itu, Atalanta pun telah merekrut bek kanan baru, yakni Timothy Castagne dari KRC Genk dengan harga 5,1 juta pounds.
Berlaga di Liga Eropa
Sukses menempatkan diri di posisi empat klasemen akhir, jelas membuat Papu Gomez dan kawan-kawan berhak tampil di ajang Liga Eropa. Kendati begitu, di ajang inilah konsistensi Atalanta yang sebenarnya diuji.
Pasalnya, bila di musim lalu Atalanta hanya berfokus pada dua kompetisi saja, yakni Liga Italia dan Coppa Italia, kini mereka harus memecah konsentrasinya pada tiga kompetisi. Tidak hanya itu, stamina para pemain jelas akan lebih terkuras, mengingat lebih banyaknya laga yang akan dijalani.
Gasperini tentunya harus memikirkan rencana baru agar tak terseok-seok di semua kompetisi yang diikutinya. Hal nyata telah ditunjukkan oleh Inter Milan musim lalu, berniat untuk merebut kembali kejayaan di Liga Italia dan melangkah sejauh mungkin di Liga Eropa, klub berjuluk La Beneamata itu malah tak mendapatkan keduanya. Parahnya lagi, Mauro Icardi dan kawan-kawan justru harus babak belur di dua kompetisi tersebut.
Amunisi Baru
Guna menghindari skenario terburuk, manajemen Atalanta pun bergerak cepat untuk datangkan pasokan tenaga baru. Klub yang bermarkas di Stadion Atleti Azzurri d’Italia itu setidaknya telah kedatangan 12 pemain anyar, termasuk di antaranya Berisha yang dipermanenkan.
Selain Castagne yang akan digunakan untuk menambal posisi yang ditinggal Conti, Atalanta rupanya juga menaruh fokus besar di bagian penyerangan. Bukan tanpa alasan, pasalnya musim lalu gol-gol Atalanta lebih banyak diciptakan oleh barisan gelandang dan bek ketimbang dari striker mereka.
Meski Gomez berhasil membukukan 16 gol, tapi striker utama Atalanta, yakni Andrea Petagna justru hanya mampu mencatatkan lima gol saja. Jumlah itu jelas jauh dari kata memuaskan untuk pemain yang berada di posisi striker tengah alias ujung tombak.
Catatan gol Petagna lebih sedikit ketimbang gol yang dilesakkan oleh pemain yang justru beroperasi di sektor lain. Sebut saja dari barisan bek, di mana Conti berhasil mencetak delapan gol dan Caldara yang mencatatkan tujuh gol. Sedangkan dari sektor gelandang, Kessie dan Jasmin Kurtic masing-masing berhasil membukukan enam gol.
Maka dari itu, kehadiran Josip Ilicic yang diboyong dari Fiorentina dengan mahar 4,68 juta pounds, Luca Vido dari AC Milan dengan harga 850 ribu pounds, serta Ricardo Orsolini yang dipinjam dari Juventus, diharapkan akan mampu membuat lini serang Atalanta menjadi tajam.
Prakiraan starting line-up Atalanta untuk musim 2017-2018 (3-4-2-1): Etrit Berisha; Andrea Masiello, Mattia Caldara, Rafael Toloi; Leonardo Spinazzola, Remo Freuler, Bryan Cristante, Timothy Castagne; Papu Gomez, Josip Ilicic; Andrea Petagna.
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Stadion: Atleti Azzuri d'Italia
Kapasitas: 21.300