Tsunami yang melumpuhkan pesisir Aceh saat itu, merenggut lebih 200 ribu nyawa. Musawir dan keluarganya bersyukur selamat. Termasuk dua adiknya tadi, yang keluar dari mobil dan menyelamatkan diri dengan sepeda motor.
Rumah dan harta bendanya lenyap tak berbekas di sapu gelombang. Dusun Tongkol tempatnya tinggal sudah menjadi laut. “Kehidupan dimulai dari nol lagi.”
Berbulan-bulan mereka hidup di pengungsian, Musawir sempat berpikir ingin berhenti menjadi pemain bola. Dalam benaknya tak ada arti lagi bermain. Berbagai perlengkapan dan atribut sepakbola sudah hilang. Striker Persiraja Irwansyah yang banyak memotivasinya untuk menjadi pemain profesional menjadi korban. Persiraja sendiri lumpuh saat itu.
Satu-satunya dipikiran Musawir saat itu hanya fokus membahagiakan orangtua, dengan mencari pekerjaan lebih baik dari sepakbola. Tak harus meninggalkannya untuk bermain di luar daerah. [bersambung]
(Fajar Anugrah Putra)