Sturridge: Why Always Balo?

Ezha Herdanu, Jurnalis
Rabu 29 Oktober 2014 19:07 WIB
Daniel Sturridge menyatakan bahwa tindakan liar Mario Balotelli dianggap wajar (Foto: Phil Noble/Reuters)
Share :

LIVERPOOL – Penyerang andalan Liverpool, Daniel Sturridge, menyatakan selalu membela Mario Balotelli. Menurut pemain berusia 25 tahun tersebut, Balotelli hanya menjadi korban permainan yang ditunjukkan oleh media-media Inggris.

Balo –sapaan Balotelli– sendiri resmi bergabung bersama The Reds usai diboyong dari AC Milan dengan mahar sebesar 16 juta pounds pada bursa transfer musim panas ini. Ia diproyeksikan untuk mengisi peran yang ditinggalkan Luis Suarez setelah memutuskan hengkang ke Barcelona.

Akan tetapi, dari sembilan laga yang sudah dilakoni bersama skuad asuhan Brendan Rodgers, Super-Mario baru mampu mencetak dua gol. Sungguh torehan yang terbilang buruk, mengingat dirinya disebut-sebut sebagai salah satu calon penyerang terbaik di masa depan oleh banyak kalangan.

Balotelli justru lebih disibukkan dengan segala permasalahan pribadi yang menyangkutkan namanya, setelah sebelumnya sempat hampir membakar rumahnya sendiri saat masih berseragam Manchester City. Kini kabar terbaru, pemain asal Italia itu harus berurusan dengan pihak berwajib usai dilaporkan telah melakukan ancaman kepada seorang perempuan.

Akan tetapi, rekan satu tim Balotelli, Sturridge, melontarkan pembelaan kepada pemain berusia 24 tahun tersebut. Penyerang Timnas Inggris itu mengungkapkan bahwa Balotelli hanya menjadi korban permainan oleh para media, sehingga banyak masyarakat yang ikut membenci.

“Mario (Balotelli) merupakan individu yang baik dan sosok yang sangat mudah diajak berteman. Saya sangat senang bekerja sama dengannya,” ucap Sturridge, seperti dikutip dari ESPN FC, Rabu (29/10/2014).

“Dia hanya pemuda biasa. Namun, orang-orang mengatakan hal yang sama dengan menganggap ia selalu berperilaku liar. Jelas ini merupakan hasil dari permainan yang ditunjukan oleh para media di sini,” sambung mantan pemain Chelsea tersebut.

“Saya pikir bukan hak kita untuk menilai orang dengan kesalahan-kesalahan yang dibuatnya. Dia baru berusia 24 tahun, dan kini dirinya sedang mencari jati diri yang sebenarnya. Jadi, menurut saya, wajar dia melakukan hal seperti itu,” tutupnya.

(Fetra Hariandja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya