MAKASSAR – Setibanya di Makassar dari Jerman, Coach Petar Segrt langsung mencoba berkomunikasi dengan para pemain PSM Makassar yang masih mogok latihan.
Segrt minta pemain berhenti mogok dan kembali berlatih. Tapi skuad Pasukan Ramang menolak permintaan si pelatih asal Kroasia. Andi Oddang cs bersikeras tetap menggantung sepatu mereka untuk sementara waktu.
Hingga kini terhitung sudah 17 hari lamanya pemain PSM mogok. Mereka menuntut pengelola klub itu agar membayar 2 bulan gaji per April-Mei 2013 yang belum dilunasi.
“Saya tempuh 24 jam penerbangan dari Jerman untuk bertemu dan bicara dengan para pemain. Esok paginya, saya berangkat ke Jakarta bersama Rasyid (Bakri-gelandang PSM) dan Wina (Media Officer PSM Andi Widya Syadzwina) untuk mewakili PSM diundang panitia Danone Cup,” ujar Segrt kepada okezone, Selasa (4/6/2013).
Kata dia, di Jakarta mereka bertemu Ketua Umum PSM Sadikin Aksa dan CEO PT Paggolona Sulawesi Mandiri (pengelola PSM) Rully Habibie. Pada kesempatan itu Segrt juga menyampaikan kehendak para pemain untuk bertemu dengan Ketua Umum PSM.
“Saya menjelaskan kepada Sadikin dan Rully tentang situasi di PSM dan bagaimana kita semua bisa menemukan solusi yang positif bagi semua pihak, terutama bagi PSM sendiri,” kata Segrt.
Selain mengurusi persoalan yang sedang dihadapi tim Juku Eja, mantan pembesut timnas senior Georgia itu mengaku batal mengoperasi cedera kakinya di Jerman. Sesekali, sambil bicara Petar tampak meringis menahan sakit.
(Fitra Iskandar)