LONDON – Kiper Chelsea, Petr Cech mengaku terpesona dengan stabilitas Arsenal selama ini. Namun, menurut Cech stabilitas bukan lagi yang dibutuhkan saat ini, melainkan sebuah trofi.
Seperti diketahui bahwa The Blues telah berganti 13 pelatih sejak Arsene Wenger mengambil alih jabatan klub asal London Utara itu musim 1996 silam, pun demikian dalam segi finansial. The Gunners diyakini sebagai tim yang memiliki neraca finansial yang sehat.
Sayangnya, hal tersebut tidak sejalan dengan prestasi yang diraih Arsenal. Delapan musim sudah Arsenal tak lagi merasakan manisnya gelar. FA Cup musim 2005 menjadi gelar terakhir London Merah.
“Apabila Anda melihat stabilitas, organisasi, dan kontrol yang dimiliki Arsenal, itu luar biasa. Namun, bila Anda bertanya kepada para fans mengenai delapan musim terakhir, maka mereka akan akan mengatakan bahwa mereka sama sekali tidak memenangi apa pun dan mereka tidak menyukai hal tersebut,” tutur Cech, seperti dilansir Daily Star, Rabu (15/5/2013).
“Di satu sisi, kami selalu dapat berkata bahwa kami ingin memiliki stabilitas yang lebih baik. Namun, kami selalu berusaha untuk meraih sebuah trofi. Fans kami mungkin berkata ‘Ya, kami ingin melihat stabilitas yang lebih baik, tapi kami lebih memilih mendapatkan piala. Itu sangat sulit unutk dipilih,” lanjut Cech.
Cech menambahkan bahwa situasi yang ideal adalah apa yang terjadi pada Manchester United. Ya, Setan Merah berhasil mengimbangi antara sukses meraih prestasi dengan stabilitas klub. Meski demikian kiper Reapublik Ceska itu tak menyalahkan apa yang dilakukan klubnya saat ini.
“Situasi ideal adalah Manchester United, di mana Anda memiliki pelatih yang sama dan memenangi banyak gelar. Namun, kami tidak ingin membuktikan apa yang kami lakukan salah,” sambungnya.
“Kami ingin menunjukkan bahwa di Chelsea semua orang mencoba melakukan yang terbaik, tidak peduli siapa pelatihnya, tidak peduli bagaimana musim berjalan,” tandasnya.
Dapatkan informasi lengkap seputar dunia sepakbola hanya di @bola_okezone
(Rintani Mundari)