BARCELONA – Bek sayap Barcelona, Dani Alves memohon kepada otoritas sepakbola Spanyol untuk lebih keras dalam menghukum kasus rasisme yang menggerogoti dunia olahraga.
Alves menjadi target sebagian fans Real Madrid, yang bersorak menirukan suara kera pada laga El Clasico di Santiago Bernabeu yang berakhir 1-1. Pemain internasional Brasil ini merasa seluruh pihak harus berjuang menghapuskan sikap rasial yang terus menghinggapi sepakbola Spanyol.
“Saya tahu bahwa kami berjuang melawan jenis perilaku seperti itu (rasial), tapi untuk saya, ini kekalahan perang. Saya telah bermain 10 tahun di Spanyol dan itu telah berlangsung sejak hari pertama,” ujar Alves, seperti dilansir Football-Espana, Jumat (1/2/2013).
"Saya tidak akan meninggalkan lapangan karena insiden itu, tetapi itu menjengkelkan. Ini terjadi tidak hanya di Bernabeu, namun di tempat lain ketika kami pergi. Ini sangat memalukan,” tegas mantan pemain Sevilla ini.
“Bernabeu bukanlah tempat di mana saya merasa paling diserang. Ada yang lebih buruk. Hal ini biasanya terjadi di Spanyol. Saya sudah berpengalaman dengan Sevilla, dan sampai tindakan tegas tidak diambil, maka tidak akan ada perbaikan apa-apa,” ungkapnya.
Alves menyarankan pada otoritas sepakbola Spanyol untuk memberikan hukuman yang membuat jera para pelaku rasial. Dia juga mengambil contoh bagaimana sepakbola Inggris punya ketegasan dalam menghukum pelaku rasial, sehingga kian mengurangi kasus rasisme yang terjadi.
"Langkah-langkah drastis harus diambil. Misalnya, klub harus dihukum berat. Sesuatu yang melampaui denda saat ini seribu euro atau dua ribu euro, yang nilainya bukan apa-apa bagi klub kaya,” tegasnya.
"Kita perlu melangkah lebih jauh. Di Inggris ini tidak terjadi dan ketika itu terjadi, hukuman tegas dan menjadi teladan setiap klub," tuntasnya.
(Windi Wicaksono)