Edu Berhasrat Pegang Persiba

Ridwan Anshori, Jurnalis
Kamis 04 Oktober 2012 17:20 WIB
Share :

SOLO - Edward 'Edu' Tjong sangat berhasrat bisa kembali membesut Persiba musim 2013 mendatang. Mantan nakhoda Persiba 2010-2011 ini sudah melakukan pendekatan dengan jajaran manajemen Persiba beberapa waktu yang lalu.
 
Mantan pesebakbola Persis Solo ini mengatakan, secara informal sudah mengungkapkan niatnya membesut Persiba kepada Dirut PT Bantul Indonesia Goalsport (BIG) Idham Samawi. Dari pembicaraan itu, manajemen tidak masalah menampungnya kembali. "Saya sudah bicara dengan Pak Idham Samawi yang mengelola Persiba dan manajemen. Prinsipnya, tidak ada masalah," katanya, Kamis (4/10/2012).
 
Namun, ayah dari stoper Persis LPIS De Stevano Arsela ini mengakui, peluang menjadikan Persiba sebagai biduknya untuk musim depan memang terasa berat. Pasalnya, dari nama-nama pelatih yang juga melamar menjadi pelatih Persiba tergolong mumpuni untuk mengarsiteki Ezequiel Gonzalez dkk.
"Setahu saya, Arcan Iurie dan Nandar Iskandar juga memasukkan lamaran untuk melatih Persiba. Jadi kita tunggu saja keputusan dari manajemen Persiba," ungkapnya.
 
Hasrat Edu menukangi Persiba memang sangat besar. Setidaknya ada dua hal yang membuatnya ingin kembali menjadi pelatih tim berjuluk Laskar Sultan Agung tersebut. Pertama, anak mantan pemain timnas Harry Tjong ini mengaku masih penasaran belum bisa memberikan gelar kepada Persiba.
 
Edu memang berperan besar dalam memberikan gelar juara Divisi Utama 2010-2011 untuk Persiba yang kemudian promosi ke kasta tertinggi. Namun, pada musim 2010-2011 di salah satu laga, Edu terlibat adu fisik dengan perangkat pertandingan yang membuatnya diskorsing oleh PSSI sampai akhir musim. Edu membesut Persiba di musim itu tidak sampai tuntas. Tapuk kepemimpinan kemudian dikendalikan asisten pelatih Sajuri Syahid.
 
Alasan yang kedua, kedekatan geografis antara Bantul dengan kotanya berdomisili, Solo, relatif lebih dekat. Terlebih saat ini, pria kelahiran Makassar 5 Januari 1963 ini menjadi pelatih Persires Bali Devata yang finis di posisi 4 klasemen akhir grup III Divisi Utama LPIS 2011-2012 dengan 24 poin. "Solo-Bantul lebih dekat dibanding Solo-Bali," katanya.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya