Bahaya Mbamba

Kukuh Setiawan (Koran Sindo), Jurnalis
Sabtu 24 Maret 2012 18:04 WIB
Foto: Logo IPL/ ist
Share :

MALANG - Arema FC bakal menghadapi ujian berat kala menantang tuan rumah Persema Malang di Stadion Gajayana, Senin (26/3). Salah satu ujian yang bakal dihadapi adalah ketajaman lini depan Persema yang dihuni Emile Bertrand Mbamba.
 
Pemain asal Kamerun ini telah menjadi kekuatan vital Persema di Indonesian Premier League (IPL) dan mencatatkan dirinya dalam daftar top scorer dengan tujuh gol. Walau belum diimbangi kompatriotnya Irfan Bachdim yang baru mencetak tiga gol, namun ancaman Mbamba membuat Pelatih Arema FC Antonic Dejan harus ekstra waspada.
 
Dejan mengakui daya serang Persema sangat bagus kala bertanding di kandang. Bukan hanya duet Emile Mbamba dan Irfan bachdim, tapi sokongan bola dari playmaker Ngon Mamoun juga menjadi pertimbangan tersendiri di laga nanti.
 
“Emile Mbamba bagus dan sangat produktif. Harus ada treatment khusus untuk dia. Tapi saya ingin pemain tidak terpancing konsentrasinya ke satu-dua pemain saja. Karena semua organ tim bisa membahayakan jika kami lengah,” tutur Dejan yang baru pulang dari Vietnam setelah menuntaskan laga di AFC Cup.
 
Mbamba sejauh ini merupakan salah satu striker asing terbaik di pentas IPL jika melihat torehan gol yang dibuat. Bahkan di antara empat tim IPL di Jawa Timur, ia menjadi satu-satunya striker asing yang bisa mencetak lebih dari lima gol sepanjang putaran pertama kompetisi IPL.
 
Kontribusinya untuk Persema juga cukup impresif, bahkan melebihi Irfan Bachdim yang dianggap ikon klub. Untuk membendung Mbamba, Dejan bakal menyiapkan duo centre back Irfan Raditya dan Hermawan. Sebenarnya kedua pemain ini kurang cocok untuk mengawal pergerakan Mbamba.
 
Sebab postur keduanya tidak cukup besar dan kokoh. Namun itu pilihan terakhir karena bek bongsor Gunawan Dwi Cahyo harus absen karena akumulasi kartu kuning. “Kehilangan Gunawan memang kerugian. Tapi saya harus percaya kepada kemampuan Irfan dan Hermawan. Mereka pemain bagus,” cetus mantan pelatih Kitchee FC ini.
 
Arema FC harus mati-matian memulihkan kondisi fisik setelah bertanding di kandang Navibank Saigon di ajang AFC Cup. Hanya berselang dua hari, Roman Chmelo dkk harus kembali bertanding menghadapi Persema. Situasi ini menjadikan Arema FC terancam kehabisan tenaga di pertandingan nanti.
 
Sementara, Persema yang berstatus tuan rumah sangat berambisi mendapatkan kemenangan. Pelatih Slave Radovski menyatakan siap mengalahkan rival sekota tersebut, setelah menggelar persiapan intensif selama sepekan terakhir. Ia yakin timnya mempunyai peluang besar memenangkan laga.
 
Ia melihat faktor kelelahan menjadi kelemahan terbesar bagi tim tamu. Slave menunjukkan bagaimana Singo Edan drop di babak kedua saat menghadapi Navibank Saigon. Itu membuktikan calon lawan mempunyai problem besar soal konsistensi sepan jang laga.
 
“Persema akan mengajak bermain cepat yang mengandalkan fisik bagus. Saya rasa kendala yang dihadapi Arema adalah stamina dan itu sudah terlihat saat mereka menghadapi Navibank. Saya yakin bisa unggul bila pemain bisa memanfaatkan situasi,” tegas pelatih asal Makedonia.
 
Kelemahan tim dengan absennya kapten Bima Sakti mulai dilupakan mantan asisten pelatih Cendrawasih Papua ini. Slave yakin kemampuan Ngon Mamoun dan Tommy Pranata cukup mumpuni untuk mengimbangi duat lapangan tengah milik Arema, Marko Krasic dan Roman Chmelo.

(Fitra Iskandar)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya