MAKASSAR - Pelatih PSM Petar Segrt sedikit kecewa dengan agenda ujicoba yang ditetapkan manajemen dengan tim lokal Makassar. Petar menginginkan bertemu tim kuat yang bermain di liga setara dengan Indonesian Primer League (IPL).
“Manajemen tak mampu mengikuti cara kerja pelatih, saya inginkan bermain dengan tim lain yang juga bermain setara dengan kompetisi IPL. Kita harus mencari lawan yang setara agar benar-benar bisa melihat kemampuan para pemain selama dua minggu ini,” katanya, kemarin.
Meski kecewa dengan tim lawan yang telah disepakati manajemen tersebut, Petar mengaku tetap tetap akan menerima keputusan manajemen ini. “Saya tetap akan terima kondisi ini, meskipun sebenarnya saya ingin lebih baik lagi tim yang akan kita lawan,” kata Petar.
PSM akan menggelar laga ujicoba pada Jumat 20 Januari mendatang menjamu PS PLN, tim lokal Makassar ini akan menjadi tim pertama dari tiga tim yang rencananya akan dijajali PSM dalam laga ujicoba sampai pada pertandingan dijamu Bontang FC 4 Februari mendatang pada lanjutan kompetisi Indonesian Premier League (IPL).
Laga ujicoba diagendakan PSM karena Sriwijaya FC yang sebelumnya digandakan akan menjadi lawan PSM dalam jadwal laga away 22 Januari mendatang sudah tak lagi bermain di IPL. Tim ini memilih mundur dari IPL setelah sebelumnya mendapat sanksi dari PSSI. Sanksi diberikan ke Sriwijaya FC karena memiliki dua tim yang sama dan juga bermain di kompetisi Indonesia Super League (ISL) yang dinilai sebagai kompetisi ilegal.
Petar mengatakan, sangat penting menggelar ujicoba karena tidak ingin kehilangan ritme permainan para anak asuhnya. Pertandingan yang terhenti beberapa waktu lamanya akan menurunkan performa tim pada laga mendatang, sehingga ia meminta digelar ujicoba. Meskipun Petar mengharapkan tim yang akan ditemuinya adalah tim yang memiliki kemampuan dan kapasitas yang lebih baik lagi.
“Saya menghargai semua tim yang ada di Makassar, saya hanya ingin bertemu dengan tim yang lebih bagus lagi. Persebaya misalnya, mereka melakukan ujicoba dengan tim yang bermain di Malaysia, karena memang itu adalah lawan sebandingnya,” kata Petar.
Kondisi ini memang tak lepas dari masalah keuangan tim yang tak memadai. Petar mengaku harus berdamai dengan kondisi tersebut karena inilah yang menjadi kendala yang tak bisa ia tangani. Sebelumnya, Petar juga sempat mengeluhkan tak mampu membentuk tim yang bagus karena tak mampu mendatangkan pemain ternama, sehingga lebih banyak mengandalkan pemain muda.
Petar berharap dari tiga kali laga ujicoba yang akan diagendakan nantinya, minimal satu kali laga ujicoba akan digelar dengan tim luar. Pasalnya, ia ingin memberikan pengalaman bertanding di luar dengan para pemainnya. “Saya ingin pemain punya pengalaman yang lebih banyak dengan laga keluar, sehingga minimal satu dari tiga laga ujcoba tersebut akan menghadapi tim di luar Makassar,” jelasnya.
(Achmad Firdaus)