Debut Skuad Anyar

Kukuh Setiawan (Koran Sindo), Jurnalis
Sabtu 24 Desember 2011 00:47 WIB
Foto: Ist
Share :

SETELAH menjalani persiapan pra musim yang sangat rumit dan penuh ketidakpastian, akhirnya klub-klub Indonesian Premier League (IPL) melengkapi amunisinya. Walau di sejumlah sisi terpaksa transfer dilakukan secara instant, namun pada akhirnya mereka bisa turun di kompetisi.

Sejumlah pemain yang berstatus transfer major atau direkrut karena dianggap berkualitas, telah melakukan debut walau hasilnya masih standar. Baik pemain lokal maupun pemain asing, belum ada yang benar-benar menonjol selama di tiga pekan perhelatan IPL.

Tampaknya pemain lama yang bertahan di klub cenderung mudah beradaptasi dengan pemain pendatang. Itu sangat wajar karena legiun anyar tentunya membutuhkan penyesuaian diri di klub barunya. Sejumlah pemain baru malah tengah berjuang mati-matian di tim barunya.

Dimulai dari belahan utara Jawa Timur. Persebaya Surabaya musim lalu melakukan dua transfer major dengan mendatangkan Feri Ariawan dan Mario Karlovic. Keduanya sudah mewarnai tim dan sempat turun di pertandingan yang dilakukan Bajul Ijo.

Sayangnya baru Feri Ariawan yang menjanjikan setelah mencetah dwi gol di laga kontra PSMS Medan akhir November silam. Namun permainan ciamik Feri belum menjamin sebuah posisi sebagai starter, karena kemudian ia hanya menjadi pemain pengganti.

Demikian pula dengan Mario Karlovic yang baru sekadar melengkapi tim tanpa memberi kontribusi signifikan. Pemain berposisi gelandang ini masih kalah dibanding pemain lokal semacam Taufik. Debut Karlovic tak secemerlang kompatriotnya Andrew Barisic saat pertama bergabung Persebaya.

Melihat kiprah dua pemain itu di pertandingan yang telah dilakoni, sebenarnya tidak terlalu buruk atau gagal. Keputusan Divaldo Alves memboyong dua pemain barunya itu sudah menunjukkan hasil lumayan dan bisa diterima, terlepas dari hasil kurang memuaskan Persebaya di IPL.

Pemain anyar yang kehadirannya bisa diterima adalah milik Arema FC. Ada beberapa pemain baru yang telah masuk starter di dua pertandingan awal Singo Edan, yakni Gunawa Dwi Cahyo, Hendro Siswanto dan Legimin Raharjo. Ketiganya sejauh ini cukup sukses.

Khusus Gunawan Dwi Cahyo, pemain ini sangat disukai Pelatih Milomir Seslija karena kualitas dan dari faktor fisik. Tubuh tinggi dan gempal menurut sang pelatih sangat ideal sebagai centre back. “Saya senang dengan dia (Gunawan). Dia main bagus, punya postur yang memadai,” kata Milo saat Gunawan bergabung.

Tercatat sebagai penggawa Timnas U-23, Gunawan terlihat tak kesulitan beradaptasi di Arema. Permainannya malah sudah lebih menonjol dibandingkan pemain berposisi sama yang terlebih dulu ada, seperti Leonard Tupamahu. Debut gemilang juga dilakoni Hendro Siswanto.

Mengemban tugas anyar sebagai gelandang bertahan, perannya memang sulit dilihat atau dinilai. Tapi keberhasilan tim memetik angka sempurna serta kerjasamanya dengan Esteban Guillen di lapangan tengah, tampaknya sudah mewakili kualitasnya.

Apalagi Hendro sebenarnya adalah seorang gelandang serang, yang ternyata mampu memerankan fungsi bertahan. Pemain yang debutnya bisa diterima adalah Legimin Raharjo yang juga terpaksa berubah posisi menjadi full back kanan karena masih belum stabilnya situasi di tim Arema.

Debut yang bisa dikatakan gagal total adalah legiun milik Persema Malang. Emile Bertrand Mbamba, Naum Sekulovski, Deniss Kacanovs, serta Tommy Pranata. Mbamba yang diprediksi bisa menjadi tandem ideal Irfan Bachdim, ternyata kesulitan menemukan posisi gawang lawan.

Naum Sekulovski dan Deniss Kacanovs juga perlu belajar lebih banyak soal persepakbolaan Indonesia. Fungsi vital di jantung pertahanan akan sangat rawan jika keduanya masih menunjukkan permainan canggung dan ragu-ragu. Khusus untuk Deniss dan Naum, pelatih Slave Radovski masih memberikan toleransi.

Menurut sang pelatih setelah bermain imbang di kandang Persijap Jepara, “Mereka datang ke Persema hanya sepekan sebelum kompetisi dimulai. Saya tak bisa berharap banyak bisa langsung melihat permainan terbaiknya. Tapi saya yakin mereka akan bisa.”

Yang masih meragukan adalah Emile Mbamba.Mantan pemain Arema FC ini sebenarnya sudah lewat masa keemasan dan tak mampu mengulang kesuksesannya beberapa musim silam. Jangankan bicara gol, pergerakannya sebagai penyerang masih belum membahayakan pertahanan lawan.

Perekrutan pemain yang debutnya memberikan warna baru adalah skuad impor milik Persibo Bojonegoro. Lexe Anderson, Gustavo Hernan Ortiz, Mekan Nashirov dan Jairon Feliciano. Dari ketiga itu, hanya peran Jairon yang masih menjadi tanda tanya.

Sementara ketiga pemain lainnya sudah cukup memberikan efek pada tim Persibo yang minim pengalaman. Secara garis besar, penampilan Lexe, Ortiz dan Mekan, sudah cukup memuaskan jika melihat faktor usia dan tim seperti apa yang mereka bela.

Tiga atau dua pertandingan yang lalu menjadi proses adaptasi bagi muka-muka baru di klub Jawa Timur. Belum ada yang bisa divonis benar-benar gagal karena kompetisi yang masih terlalu pagi. Kiprah mereka akan bisa dinilai ketika tim sudah memainkan separuh kompetisi

(Rejdo Prahananda)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya