SURABAYA - Jandia Eka Putra, kiper kedua Semen Padang, menjadi pahlawan timnya saat membungkam Persebaya Surabaya di Gelora 10 November, Surabaya, tadi malam. Permainan impresifnya membuat Semen Padang merengkuh poin sempurna menyusul kemenangan tipis 1-0.
Semen Padang yang bermain bertahan sepanjang pertandingan, mencuri gol via Ferdinand Sinaga menit 4. Sedangkan Persebaya yang bermain menyerang, dibuat frustrasi dengan penampilan cemerlang Jandia.
Sepanjang pertandingan, kiper yang menggantikan Syamsidar ini menyelamatkan setidaknya tujuh peluang bersih Persebaya. Aksi Andik Vermansyah, Andrew Barisic, Taufik, hingga Amaral, selalu mentah di tangan kiper gondrong tersebut.
Konsentrasi serta pengambilan keputusan yang sempurna membuat kiper yang digadang sebagai masa depan timnas ini sulit ditaklukkan. Bola crossing maupun tendangan jarak jauh yang dilepaskan pemain Persebaya selalu membentur tembok tebal bernama Jandia Eka Putra. Penampilan yang sensasional.
Benar-benar malam yang frustrasi bagi tuan rumah. Bermain menyerang, mendominasi pertandingan, sekaligus tak lelah membuka peluang, belum cukup bagi Bajul Ijo untuk membobol jala Kabau Sirah.
Semen Padang memainkan pola 4-5-1 dengan meninggalkan striker Junior Wilson sendirian di depan. Strategi ini cukup ampuh untuk meredam agresifitas Persebaya yang secara penguasaan bola jauh melebihi tamunya.
"Kami bermain sangat disiplin dan pemain berhasil mengemban tugasnya. Jandia bermain bagus dan membuat beberapa penyelamatan penting. Menang di kandang Persebaya adalah hasil yang luar biasa," tukas Pelatih Semen Padang Nil Maizar.
Buruknya permainan striker Persebaya Andrew Barisic ikut membantu Semen Padang membawa pulang tiga angka. Striker Australia ini kehilangan sentuhan terbaiknya dan gagal menyelesaikan tiga peluang cantik yang didapatnya.
Pelatih Persebaya Divaldo Alves tak bisa menyembunyikan kekecewaannya karena kalah di kandang. Apalagi timnya sudah menunjukkan permainan yang sempurna dan hanya gagal mencetak gol.
"Situasi yang aneh. Kami sudah melakukan segala cara dan menunjukkan bahwa kami lebih pantas memetik kemenangan. Tapi justru yang bermain bagus malah kalah. Inilah sepakbola," ujar Divaldo Alves.
Potensi Persebaya mencetak gol sebenarnya ada di babak pertama ketika kondisi pemain masih bugar. Di babak kedua, organisasi sekaligus naluri pemain menurun seiring semakin tereduksinya stamina akibat lapangan yang berat setelah diguyur hujan.
(Hendra Mujiraharja)