BANDUNG - Wacana untuk menggabungkan Indonesia Super League (ISL) dan Liga Primer Indonesia (LPI) tengah berhembus. Hal itu terungkap setelah terpilihnya pengurus baru PSSI periode 2011-2015. Akankah klub ISL bisa menerima hal ini.
Persib, sebagai salah stau klub peserta ISL mengaku masih belum terlalu serius menanggapi wacara tersebut. Namun Manajer Persib Bandung Umuh Muchtar mengaku tidak keberatan jika ada aturan yang jelas soal rencana peleburan tersebut.
Umuh mengatakan, jika PSSI yang dalam hal ini sebagai induk organisasi sepakbola nasional menghendaki leburnya kedua kompetisi, maka sebaiknya harus dilakukan hati-hati.
“PSSI harus hati-hati bagaimana penggabungan ISL dan LPI. Jangan asal, karena klub-klub dari ISL sudah bersusah payah dari bawah. Kalau main gabung gitu saja saya juga tidak setuju,” terangnya saat dihubungi wartawan, Selasa (19/7/2011). Peraturan yang dibuat diharapkan sama-sama saling menguntungkan baik klub di ISL maupu di LPI.
“Pokoknya aturannya dibuat sejelas mungkin. Misalnya, klub yang digabung ke ISL cuma empat terbaik di LPI,” cetusnya. Seperti diketahui, awal tahun ini tiga klub ISL menyebrang ke LPI seperti PSM Makasar, Persema Malang dan Persibo Bojonegoro. Pokonya jangan sampai klub-klub yang tidak berkualitas dimasukkan ke ISL,” jelasnya.
Menurutnya, saat ini pun ada beberapa klub promosi ISL dari Divisi Utama. Perjuangan klub tersebut patut dihargai karena jerih payah promosi. Mengenai rencana melebur klub, Umuh juga menyatakan harus ada peraturan yang jelas. “Pokonya sejauh aturannya jelas, klub-klub ISL pasti bisa terima. Sekarang kan belum tahu aturannya seperti apa. Kita tunggu saja dulu,” jelasnya.
(Muchamad Syuhada)