MALANG – Kemenangan tim nasional Indonesia atas Malaysia tak hanya dinikmati masyarakat Indonesia saja. Terbukti, pelatih Arema FC Miroslav Janu juga gembira melihat hasil itu.
Gembira karena sejumlah pemainnya bercokol dalam tim asuhan Alfred Riedl. Lima pemain Singo Edan menjadi punggawa tim nasional, yakni Achmad Bustomi, Benny Wahyudi, Kurnia Meiga, Zulkifli Syukur, serta Yongki Ariwibowo. Itu belum termasuk Dendi Santoso yang juga sempat bergabung tim nasional sebelum akhirnya tereliminasi.
Miro sangat berharap tren positif tim nasional bakal terus berlanjut. Dengan kemenangan, secara otomatis akan memberikan konfidensi maupun kematangan kepada pemainnya saat mereka kembali ke klub.
"Saya senang melihat pemain Arema ikut menjadi bagian tim saat menang atas Malaysia. Dari sisi pengalaman tentu akan bertambah, selain itu hasil positif akan memberikan kepercayaan diri untuk pemain," kata pelatih berpaspor Republik Ceska tersebut.
Miro pun ingin permainan di tim nasional bakal menular saat mereka kembali ke klub dalam lanjutan kompetisi Januari nanti. Itu akan sangat berbeda seandainya tim nasional mendapat hasil buruk, yang dipastikan bakal mengurangi konfidensi pemain.
Pilar Singo Edan yang mendapatkan porsi besar di tim nasional selama ini adalah Achmad Bustomi dan Benny Wahyudi. Sedangkan Zulkifli dan Yongki lebih banyak sebagai pemain pengganti. Pemain yang masih harus bersabar adalah Kurnia Meiga karena masih menjadi bayang-bayang Markus Haris Maulana.
Arema sempat menyuplai satu lagi kekuatan muda ke tim nasional, yakni striker Dendi Santoso. Namun pengalamannya yang minim masih kalah dengan striker senior lain macam Christian Gonzales, Bambang Pamungkas, atau Irfan Bachdim.
Kendati demikian Dendi tetap menjadi pilihan Miro di tim utama musim ini. Ia menggeser Fahrudin yang sempat merajai sayap kanan kala Arema masih dikendalikan Robert Rene Albert dan menyabet juara Djarum Indonesia Super League (DISL) 2009-2010.
Dendi merupakan hasil orbitan Miroslav Janu yang sering memberikan kepercayaan di tim utama. Miro sendiri menilai Dendi berpotensi menjadi punggawa tim nasional. "Dia muda dan punya kualitas. Tapi dia harus bersabar dan bekerja keras dulu," tandas Miro.
Sementara itu, mulai 4-11 Desember ini, Singo Edan bakal berada di Bali untuk menjalani program pemusatan latihan. Program ini baru dijalankan saat jeda kompetisi karena saat pra musim belum ada agenda pemusatan latihan.
Kendati Singo Edan sendiri tengah dalam krisis keuangan dan belum mampu membayar gaji pemain, namun program tetap dijalankan. Sebelumnya beberapa pemain sempat meminta program di Bali dihapus dan biayanya untuk membayar gaji pemain.
(Hendra Mujiraharja)