MANCHESTER - Sir Alex Ferguson bisa bernafas lega. Pelatih Manchester United ini lolos dari jerat hukuman otoritas sepak bola tertinggi Eropa (UEFA), akibat ulahnya melontarkan komentar kontroversial.
Diketahui, Fergie memang sempat melontarkan pernyataan pedas sesaat setelah tim asuhannya disingkirkan Bayern Munich di perempat final Liga Champions, Kamis (8/4/2010) dini hari. Pelatih asal Skotlandia ini menilai, kartu merah yang diterima pemain mudanya Rafael Da Silva tak lepas dari tipikal permainan tim Jerman (Bayern) yang menurutnya selalu memprovokasi wasit.
“Para pemain (Bayern) langsung berlari ke arah wasit setelah pelanggaran (memprovokasi wasit untuk mengeluarkan kartu). Tipikal permainan tim Jerman,” komentar kontroversial Fergie saat itu.
Atas komentar kontroversialnya itu, Fergie sempat diisukan akan mendapat sanksi dari UEFA. Beruntung, setelah mempelajari permasalahannya, pihak UEFA menyatakan takkan memberikan hukuman kepada pelatih 68 tahun ini.
Pelatih Bayern Louis van Gaal pun sempat mengeluarkan komentar terkait pernyataan kontrovesial Fergie. Menurutnya, komentar yang Fergie tersebut menunjukkan bahwa sepak bola Inggris tidak bisa menjunjung sportivitas.
“Saya pikir, Inggris tercatat sebagai salah satu yang menjunjung tinggi sportivitas. Tapi, hal itu (komentar Fergie) bukan merupakan apa yang saya sebut fair play. Saya kira, Sir Alex sangat kecewa dengan hasil ini,” tutupnya.
Ya, diusirnya Rafael akibat menerima kartu kuning keduanya, tepat lima menit setelah turun minum memang jelas memberikan kerugian besar bagi United. Kalah jumlah pemain membuat Bayern leluasa menekan pertahanan United yang saat itu masih unggul 3-1, sebelum akhirnya gol Arjen Robben di menit ke-74 mengubur asa United lolos ke semifinal.
Meski menang 3-2 (agg 4-4) di akhir laga, United harus tersingkir setelah kalah aggregat gol tandang, setelah hanya mampu mencetak satu gol (1-2) pada leg pertama di Allianz Arena, Jerman.
(Achmad Firdaus)