Mengenal Komisaris PT PBB Kuswara S Taryono

Raka Zaipul, Jurnalis
Jum'at 18 Desember 2009 23:03 WIB
Share :

KEBERSAMAAN. Kata inilah yang membuat seorang Kuswara S Taryono kemudian tertarik untuk berjuang bagi Persib Bandung. Sebagai salah satu penggagas berdirinya PT Persib Bandung Bermartabat (PT PBB), pengacara kondang di Jawa Barat ini akhirnya bisa menyalurkan hobi bolanya.  
Sebagai salah satu pendiri, Kuswara kini menjadi salah satu komisaris di PT PBB. Selain namanya, ada tiga nama lain yakni Zaenuri Hasyim, Ari D Sutedi dan Uce K Suganda. Hobi sepak bolanya sejak kecil, akhirnya bisa membawa Bobotoh asal Cirebon ini menjadi salah seorang yang mengayomi Maung Bandung.
 
Pria dengan penampilan kalem ini menyatakan Persib merupakan fenomena tersendiri. Beberapa kali mengikuti rombongan Persib saat laga tandang, dia melihat ada sesuatu yang menjadi ciri khas tim asuhan Jaya Hartono tersebut. “Meski di luar Jabar, ternyata banyak fans Persib yang meminta tanda tangan para pemain. Saya kira ini luar biasa. Saya belum menemukan ini di tim lain,” jelasnya.
 
Makanya, pria lulusan Hukum di Universitas Parahyangan (Unpar) Bandung ini melihat bahwa fanatisme pendukung Persib begitu melekat. Bahkan, dia mendefinisikan Bobotoh sebagai energi yang luar biasa bagi Persib. Dari sini, kecintaannya kepada Maung Bandung semakin bertambah.
 
Prosesnya menjadi komisaris PT PBB sendiri cukup panjang. Ketua Asosiasi Advokat Indonesia (AAI) Bandung ini menyatakan, selain rasa cinta kepada Persib, berbagai harapan perbaikan pun menjadi tujuannya. Kuswara sadar, jika dikelola dengan baik, maka Persib bisa menjadi tim yang berkibar di kancah sepakbola dalam hingga luar negeri. “Minimalnya di Asia kita bisa,” imbuhnya.
 
Seiring perjalanannya menjadi profesional, Kuswara berharap dibawah komando Direktur Utama PT PBB Umuh Moechtar, Persib bisa lebih baik. Setidaknya, apa yang diharapkan bersama bisa tercapai secara bertahap.
 
“Harapannya bagaimana memajukan klub bola (Persib) bukan hanya dari segi prestasi nasional, tapi juga jadi sebuah klub yang para pemainnya dicintai banyak orang. Karena performa yang bagus akan tercipta jika klub tersebut dikelola secara profesional,” paparnya.
 
Kendati profesinya sebagai pengacara menyita waktu, namun ayah dua putri ini mengaku soal waktu bukanlah penghalang. Apalagi, bersama rekannya, Kuswara juga menjadi konsultan hukum. Namun, hal tersebut justru tetap dinikmatinya. “Prinsipnya soal waktu, sepanjang yang paling mungkin, saya akan luangkan buat Persib. Selama saya bisa, saya juga akan tetap di sini,” sambungnya.
 
Keluarga sendiri, kata Kuswara, mendukung langkahnya menjadi Komisaris di PT PBB. Penyuka pemain Chelsea Didier Drogba ini mengaku, asalkan bisa membagi waktu, istri dan kedua anaknya yang beranjak dewasa bisa mengerti kesibukannya.
 
Lalu, sebagai Bobotoh, bagaimana Kuswara melihat perkembangan Persib saat ini? “Sepakbola itu dinamika,” jawabnya singkat. Hanya saja, melihat peningkatan dalam setiap laga, Kuswara optimistis Maung Bandung tetap memiliki peluang menjadi yang terbaik di Liga Super Indonesia (LSI) kali ini. “Saya percaya semua butuh proses untuk jadi juara. Dan Persib tengah menuju kesana,” imbuhnya.
 
Berada di jajaran teras pengurus Persib tentu menjadi sorotan media. Dan akhirnya, banyak masyarakat lebih kenal sosok Kuswara. Dia menyatakan, saat tengah mengurusi persoalan hukum misalnya, banyak kliennya yang cukup kaget. “Lho, bapak kan yang jadi pengurus Persib?” kata klien tersebut. Kuswara hanya tersenyum.

(Muchamad Syuhada)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya