JAKARTA – Persija Jakarta sukses mengamankan kemenangan 2-1 saat menjamu Persik Kediri pada pekan ketujuh Super League 2026-2027. Meski meraih hasil positif, skuad Macan Kemayoran merasa kecewa berat dengan kondisi lapangan Jakarta International Stadium (JIS) yang dinilai jauh dari kata nyaman untuk berlaga.
Kualitas rumput lapangan JIS memang tengah menjadi sorotan tajam belakangan ini. Kerusakan tersebut tidak terlepas dari penggunaan stadion yang sempat menggelar dua pertunjukan musik skala besar, yaitu konser The Weeknd pada 26–27 September dan Avenged Sevenfold pada 10 Oktober.
Pelatih Persija, Shin Tae-yong, menegaskan buruknya rumput membuat anak asuhnya tidak leluasa menerapkan skema permainan. Menurutnya, stadion untuk kompetisi kasta teratas di tanah air sama sekali tidak layak menggelar pertandingan jika kondisi lapangannya di bawah standar.
"Seperti yang bisa dilihat oleh semua orang yang hadir di stadion hari ini, kondisi lapangan sangat buruk. Menurut saya, pertandingan sepak bola seharusnya tidak dimainkan di lapangan dengan kondisi seperti ini," kata Shin Tae-yong usai laga, dikutip Rabu (28/10/2026).
"Klub kami juga harus memberikan perhatian serius terhadap masalah ini ke depannya. Dengan begitu, kami bisa menyajikan pertandingan yang lebih baik bagi para suporter dan semua orang yang datang ke stadion. Kami juga bisa memberikan pelayanan yang lebih baik kepada para penggemar melalui penampilan tim di lapangan," tambahnya.
Sementara itu, bek Persija, Rizky Ridho, turut menyuarakan hal senada dengan sang pelatih terkait buruknya permukaan JIS. Akibat kendala teknis tersebut, timnya tidak sanggup menyuguhkan aksi sepak bola yang menghibur bagi para pendukung.
"Saya ingin meminta maaf kepada Jakmania karena kami tidak bisa menyuguhkan permainan yang menghibur malam ini. Teman-teman bisa melihat sendiri bagaimana kami berusaha bermain di lapangan dengan kondisi seperti ini," kata Rizky Ridho.
"Kami juga menghormati Persik Kediri. Mereka memiliki permainan yang sangat bagus, terutama ketika melakukan kombinasi umpan satu-dua sentuhan. Namun, mereka juga kesulitan memainkan permainan terbaiknya di lapangan seperti ini," tambahnya.