Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Bukan Tidak Tega, Ini Alasan Cesc Fabregas Minta Como 1907 Turunkan Tempo saat Unggul 4-0 atas Manchester United

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 22 Oktober 2026 |16:18 WIB
Bukan Tidak Tega, Ini Alasan Cesc Fabregas Minta Como 1907 Turunkan Tempo saat Unggul 4-0 atas Manchester United
Cesc Fabregas punya alasan tersendiri kenapa meminta Como 1907 menurunkan tempo saat unggul 4-0 atas Manchester United (Foto: Instagram/@comofootball)
A
A
A

COMO – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, mengaku meminta anak asuhnya menurunkan tempo permainan saat sudah unggul telak 4-0 atas Manchester United di Liga Champions 2026-2027. Belakangan, ia menyesali keputusan tersebut.

Duel Como 1907 vs Manchester United itu merupakan matchday 3 Liga Champions 2026-2027. Laga di Stadion Giuseppe Sinigaglia, Como, Italia, Rabu 21 Oktober 2026 malam WIB, itu berakhir 4-1!

Nico Paz beraksi di laga Como 1907 vs Manchester United (Foto: UEFA)
Nico Paz beraksi di laga Como 1907 vs Manchester United (Foto: UEFA)

Empat gol Como disumbangkan Nico Paz (2’, 57’), Anastasios Douvikas (49’), dan Jacobo Ramon (76’). Sementara, Man United hanya bisa membalas lewat gol Joshua Zirkzee (90+1’).

1. Kontrol Laga

Saat unggul 4-0, Fabregas mengaku meminta timnya untuk memperlambat tempo permainan. Bukan karena tidak tega, melainkan ada kepentingan menjaga stamina demi pertandingan di akhir pekan.

“Saya menyesal di 10 menit terakhir karena saya yang meminta tim untuk memperlambat tempo karena ada pertandingan lain dan kami bisa sedikit mengontrol laga,” papar Fabregas, dikutip dari Goal, Kamis (22/10/2026).

Keputusan menurunkan tempo itu membuat Man United lebih leluasa mengembangkan permainan. Alhasil, mereka bisa mencuri satu gol lewat kaki Zirkzee di waktu tambahan.

 

2. Melukai

Como 1907 vs Manchester United di Liga Champions 2026-2027 (Foto: X/@ManUtd)
Como 1907 vs Manchester United di Liga Champions 2026-2027 (Foto: X/@ManUtd)

Fabregas menyesali hal tersebut. Sebab, ia biasanya meminta Nico Paz dan kawan-kawan untuk terus tancap gas sepanjang 90 menit.

“Saya bilang ke pemain untuk berhenti berlari dan bertahan di tengah dan itu adalah sesuatu yang saya sesali karena sayalah orang pertama yang selalu meminta mereka bertarung hingga akhir,” aku Fabregas.

“Gol itu melukai saya karena kami menurunkan intensitas dan blok pertahanan kami, tetapi itu adalah kesalahan saya,” tandasnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement