MEDIA asal Vietnam, Tuoitre, turut memantau rumor Rizky Ridho yang disebut dicoret dari skuad Timnas Indonesia untuk ajang FIFA Asean Cup 2026 pada akhir September ini. Tuoitre pun menilai Rizky Ridho mengalami nasib sial karena sempat mengkritik gaya permainan Timnas Vietnam yang kerap bermain kasar.
Kabar mengenai pencoretan bek Persija Jakarta tersebut sebenarnya sudah santer berembus usai turnamen Piala AFF 2026 berakhir. Semua itu berawal dari pernyataan pengamat sepak bola Indonesia, Ronny Pangemanan, menilai sanksi moral dan hilangnya tempat utama tersebut tidak lepas dari penurunan performa sang pemain.
Namun, daftar susunan pemain yang tanpa kehadiran Rizky Ridho itu pada akhirnya dibantah oleh pihak PSSI. Jadi, belum tentu Rizky Ridho benar-benar dicoret oleh pelatih John Herdman.
Terlepas dari rumor tersebut, penampilan lini belakang Timnas Indonesia memang dinilai kurang memuaskan di sepanjang Piala AFF 2026 berlangsung. Tuoitre pun menilai pencoretan tersebut juga berkaitan dengan rentetan kontroversi verbal yang sempat dibuat oleh Rizky Ridho di hadapan awak media.
Sebelum bentrok krusial kontra Vietnam di fase grup, Ridho sempat memicu kemarahan publik Vietnam lewat sesi konferensi pers. Ia secara terbuka menyiratkan persetujuannya atas narasi miring yang menyebut lawannya kerap bermain kasar dan provokatif.
Pernyataan kontroversial tersebut kian memperkeruh suasana setelah Ridho justru tampil di bawah standar ketika pertandingan sesungguhnya digelar. Sang kapten tercatat melakukan blunder fatal yang berujung pada terciptanya gol lawan, baik saat menghadapi Vietnam maupun kala bersua Singapura.
Akibat rentetan kesalahan tersebut, langkah Timnas Indonesia harus terhenti secara dramatis dan berujung kegagalan total di Piala AFF 2026. Situasi ini langsung memantik reaksi keras dari internal federasi PSSI melalui Sekretaris Jenderal Yunus Nusi yang mengingatkan para pemain untuk lebih bijak menjaga lisan.
“Mengingat performanya yang buruk dan kontroversi media yang ia picu, pencoretan Ridho dari skuad FIFA ASEAN Cup (jika menimbang segala faktor) sebenarnya tidak terlalu mengejutkan,” bunyi pernyataan Tuoitre, dikutip Kamis (10/9/2026).