"Bagi saya ini momen luar biasa, bisa bermain lagi setelah sempat cedera. Saya merasa senang karena tim bisa memenangkan pertandingan," kata Mauro Ziljstra.
Penyerang 21 tahun itu mengaku juga banyak menerima masukan dan instruksi khusus dari Marcos Santos agar cepat beradaptasi dengan tim barunya. Salah satu strategi yang diinginkan Marcos yakni turut melakukan pressing atau menekan lawan saat memegang bola. Hal ini disebut Mauro Ziljstra nyaris sama dengan strategi yang diterapkan Shin Tae-yong di Persija Jakarta dan John Herdmann di Timnas Indonesia.
"Saat kehilangan bola, pelatih memberikan instruksi yang sangat jelas. Kami menerapkan formasi 4-4-2 yang kompak, di mana saya dan striker lainnya menjadi lini pertama dalam melakukan press. Tentu penerapannya disesuaikan lagi dengan strategi melawan masing-masing lawan," terang Mauro Zijlstra.
Mauro Ziljstra sendiri mencetak gol di menit 85 memanfaatkan skema tendangan sudut. Mauro Ziljstra menendang bola liar di depan mulut gawang Jefri Wibowo usai terjadi kemelut. Gol ini membuat Arema FC mengakhiri pertandingan dengan kemenangan telak 4 - 0 atas Isenmulang Kalteng FC. Tiga gol Singo Edan lain dicetak John Alfarizi menit 6, Diego Landis (14’), dan Marcos Vinicius Silvestre Gaspar (45+6’).
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.