Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

League Cup 2026-2027 Bergulir 3 November 2026, Erick Thohir: Momentum Uji Kedalaman Klub Super League!

Ramdani Bur , Jurnalis-Minggu, 30 Agustus 2026 |00:05 WIB
League Cup 2026-2027 Bergulir 3 November 2026, Erick Thohir: Momentum Uji Kedalaman Klub Super League!
Erick Thohir apresiasi terselenggaranya League Cup 2026-2027. (Foto: Okezone)
A
A
A

KETUA Umum PSSI, Erick Thohir, mengapresiasi rencana penyelenggaraan League Cup 2026-2027 sebagai turnamen domestik yang mempertemukan klub-klub dari kasta tertinggi dan kasta kedua sepakbola Indonesia. Turnamen ini dijadwalkan mulai bergulir pada 3 November 2026, berdampingan dengan Super League 2026-2027.

Kehadiran League Cup menjadi momentum penting bagi sepakbola nasional setelah Piala Indonesia terakhir kali digelar pada musim 2018-2019. Kompetisi tersebut akan melibatkan klub-klub Super League dan Championship, dengan 36 tim dibagi ke dalam sembilan grup yang masing-masing berisi empat tim. 

Persija salah satu calon juara League Cup 2026-2027. (Foto: Media Persija Jakarta)
Persija salah satu calon juara League Cup 2026-2027. (Foto: Media Persija Jakarta)

1. Uji Kualitas Klub Championship 2026-2027

Erick Thohir menilai format lintas kasta ini memberikan nilai strategis bagi perkembangan kompetisi nasional. Selain memperbanyak pertandingan kompetitif, League Cup juga membuka ruang bagi klub-klub Championship untuk menguji kualitasnya ketika berhadapan dengan tim-tim Super League.

“Saya mengapresiasi penyelenggaraan League Cup karena turnamen ini mempertemukan klub-klub Liga 1 dan Liga 2 dalam satu panggung kompetisi. Ini bukan hanya menambah pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan untuk menguji kematangan dan kedalaman tim-tim Super League menghadapi semangat juang serta determinasi tim-tim Championship," kata Erick Thohir, Ketua Umum PSSI di Jakarta, Sabtu 29 Agustus 2026.

Menurut Erick Thohir, pertemuan dua kasta kompetisi tersebut berpotensi melahirkan pertandingan yang seru, menarik, dan semakin kompetitif. 

“Kompetisi seperti ini harus menjadi bagian dari upaya membangun ekosistem sepakbola yang sehat. Klub mendapatkan jam terbang tambahan, pemain memiliki kesempatan berkembang, dan publik memperoleh tontonan yang lebih beragam. Yang paling penting, setiap pertandingan harus dijalankan dengan standar profesional dan sportivitas,” lanjutnya.

 

Halaman:
      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement