PELUANG Andrea Pirlo untuk mengisi kursi kepelatihan Timnas Italia kini berada di ujung tanduk. Hal itu menyusul kontroversi besar yang mendera dirinya terkait skandal judi di Rusia.
Mantan gelandang maestro peraih Piala Dunia 2006 tersebut sebelumnya menjadi kandidat terkuat setelah Carlo Ancelotti dan Josep Guardiola menolak pinangan Federasi Sepak Bola Italia (FIGC). Kendati demikian, situasi berubah drastis setelah Presiden FIGC, Giovanni Malago, mendapat tekanan keras dari para politisi Italia untuk membatalkan penunjukan tersebut.
Prahara ini bermula ketika terungkap Pirlo menjabat sebagai brand ambassador global untuk perusahaan judi asal Rusia, Fonbet, yang bahkan sempat ia kunjungi di Moskow pada Mei 2026. Isu ini memicu polemik besar mengingat iklan perjudian ilegal di Italia, sehingga memantik perdebatan publik dan intervensi politik yang mengancam masa depannya di Timnas Italia.
Menanggapi badai kontroversi yang menyerangnya, Pirlo akhirnya buka suara melalui sebuah pernyataan resmi di akun Instagram pribadinya untuk meluruskan berbagai spekulasi.
“Selama beberapa hari terakhir, saya menyaksikan dengan sangat sedih perdebatan yang berkembang seputar nama saya dan kemungkinan untuk mengambil pekerjaan sebagai pelatih tim Italia,” ujar Pirlo, mengutip dari Football Italia, Senin (27/7/2026).
“Atas dasar rasa hormat terhadap institusi, Federasi, dan semua orang yang terlibat, saya memilih untuk tetap diam sampai sekarang. Namun, saya merasa perlu untuk mengklarifikasi aspek-aspek tertentu,” tambahnya.
Pirlo juga menegaskan kerja sama profesional tersebut murni bersifat komersial dan olahraga yang lahir dari pengalamannya berkarier di Uni Emirat Arab, tanpa ada muatan politis apa pun. Pirlo pun berterima kasih kepada Paolo Maldini dan Leonardo atas kepercayaan yang telah diberikan hingga mengusulkan namanya sebagai pelatih baru Timnas Italia.