SEPAK bola Indonesia kembali diramaikan oleh satu nama: Shin Tae-yong. Setelah dicopot dari kursi pelatih Timnas Indonesia pada Januari 2025 silam, pelatih asal Korea Selatan itu kini disebut-sebut menjadi kandidat serius untuk menukangi Persija Jakarta musim depan.
Rumor ini mencuat setelah Macan Kemayoran resmi berpisah dengan pelatih asal Brasil, Mauricio Souza, meski sudah mampu meraup 71 poin dengan 22 kemenangan sepanjang musim. Lalu, berapa biaya yang harus disiapkan Persija jika benar ingin merekrut STY?

Sebelum membayangkan angkanya, penting untuk melihat rekam jejak gaji Shin Tae-yong. Saat masih melatih Timnas Indonesia, mantan Ketua PSSI Mochamad Iriawan pernah mengungkap bahwa STY digaji sekitar Rp1,1 miliar per bulan atau setara Rp13,2 miliar per tahun.
Angka itu menjadikan STY sebagai salah satu pelatih dengan bayaran tertinggi di Asia Tenggara.
Sebagai perbandingan, saat masih menukangi Timnas Korea Selatan, STY dilaporkan menerima gaji sekitar 425.000 euro per tahun atau setara Rp7 miliar kala itu.
Melatih klub tentu berbeda hitungannya. Berdasarkan laporan media Vietnam, Lao Dong, gaji Shin Tae-yong saat memperpanjang kontrak dengan PSSI berada di kisaran 1,5 juta dolar AS per tahun. Dengan asumsi kurs Rp18.000 per dolar AS, angka itu setara Rp27 miliar per tahun atau sekitar Rp2,25 miliar per bulan.
Itupun baru gaji pokok. Jika dihitung dengan paket lengkap, bonus kemenangan, bonus juara, fasilitas tempat tinggal, kendaraan, tiket pulang-pergi Korea-Jakarta, hingga membawa staf pelatih pribadi, total biaya yang harus disiapkan Persija bisa melonjak hingga kisaran Rp35–40 miliar per musim.
Kehadirannya di Persija berpotensi mendongkrak penjualan tiket, jersey, sponsor, dan eksposur media secara masif. Belum lagi kedekatan STY dengan sejumlah pilar Persija seperti Rizky Ridho dan Witan Sulaeman yang pernah menjadi andalannya di Timnas.