Bagi banyak pengamat, batalnya kesepakatan internasional tersebut justru menjadi berkah tersembunyi bagi Iniesta demi mematangkan visi bermainnya.
Keputusan Iniesta melatih tim kasta kedua ini menegaskan profesi barunya bukanlah sekadar hobi masa pensiun demi eksistensi semata. Berbekal kualifikasi akademis dan lisensi kepelatihan yang telah ditempuhnya dengan serius, Iniesta sengaja mencari ruang yang jauh dari tekanan publik agar bisa belajar, beradaptasi, dan meramu strategi tanpa beban nama besar yang dipikulnya.
Sama seperti Xavi yang memanen enam trofi bersama Al Sadd sebagai modal penting sebelum menukangi Barcelona, Iniesta tampaknya sangat memahami bahwa kesabaran dan proses adalah kunci utama. Jika proyek besarnya di Dubai berjalan mulus, bukan hal yang mustahil di masa depan publik Catalan akan menyaksikan sang maestro kembali berdiri di pinggir lapanga Stadion Camp Nou sebagai pelatih utama Blaugrana.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.