ADA 3 klub top yang sering juara Liga Indonesia yang menarik untuk dibahas. Sejatinya, menentukan siapa raja sepak bola Indonesia memang bisa dilihat dari berbagai sudut pandang.
Sebab sejarah panjang sepak bola Indonesia telah melewati berbagai transformasi, mulai dari era amatir Perserikatan hingga liga profesional modern. Namun, jika kita menarik garis sejak tahun 1994, saat kompetisi Perserikatan dan Galatama dilebur menjadi Liga Indonesia, peta kekuatan klub mulai mengerucut pada beberapa nama besar.
Hingga musim 2025-2026 yang tengah berlangsung, persaingan untuk menjadi yang terbaik semakin memanas, terutama dengan dominasi beberapa klub tradisional yang tetap konsisten di papan atas.
Persib Bandung saat ini memegang status sebagai salah satu raja di era profesional dengan koleksi 4 trofi (1994-1995, 2014, 2023-2024, dan 2024-2025). Di bawah asuhan Bojan Hodak, Maung Bandung berpeluang besar mengukir sejarah baru musim ini.
Hingga pekan ke-32, Persib kukuh di puncak klasemen dengan 75 poin. Meski poinnya sama dengan Borneo FC, Persib unggul secara head-to-head (menang 3-1 di Bandung dan imbang 1-1 di Samarinda), sehingga gelar juara musim 2025-2026 kini berada di depan mata.
Jika berhasil juara di musim ini, maka total gelar Persib nantinya akan menjadi 5 trofi. Sebuah catatan yang luar biasa, aplaagi Persib melakukannya dengan cara hattrick juara.
Persipura Jayapaura sempat menjadi kekuatan paling menakutkan di Indonesia. Meskipun pada era Perserikatan Tim berjuluk Mutiara Hitam ini belum pernah mencicipi gelar, Persipura meledak di era profesional dengan menyabet 4 gelar juara pada musim 2005, 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.
Persipura dikenal sebagai pabrik talenta hebat yang konsisten merajai kompetisi sebelum dinamika sepak bola nasional mengalami beberapa kali perubahan format. Persipura pada musim 2025-2026 berjuang di Liga 2 yang kini dikenal sebagai Championship.
Persipura bahkan nyaris promosi ke Super League musim depan. Namun, mereka gagal karena kalah 0-1 dari Adhyaksa FC dalam perebutan tiket terakhir untuk promosi. Persipura lantas gagal menyusul Garudayaksa FC dan PSS Sleman yang sudah lebih dulu dinyatakan ke Super League 2026-2027.
Pada posisi berikutnya, terdapat barisan klub elit yang masing-masing telah mengoleksi dua trofi juara sejak 1994.
PSM Makassar (1999-2000, 2022-2023) dan Persija Jakarta (2001, 2018) adalah representasi klub perserikatan yang mampu beradaptasi di era modern. Persebaya Surabaya (1996-1997, 2004) dan Persik Kediri (2003, 2006) juga pernah merasakan masa kejayaan serupa.
Bali United (2019, 2021-2022) menjadi satu-satunya klub pendatang baru yang mampu merusak dominasi tim tradisional dengan meraih back-to-back juara.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.