GIANYAR – Keputusan berani diambil pelatih Bali United, Johnny Jansen, saat menempatkan Kadek Arel Priyatna sebagai gelandang bertahan dalam laga kontra PSBS Biak pada pekan ke-26 Super League 2025-2026. Alih-alih canggung dengan peran barunya, bek muda berbakat ini justru tampil taktis dan mengaku terbantu oleh pengalaman serupa yang pernah ia dapatkan saat berseragam Timnas Indonesia U-20.
Bali United sukses memetik kemenangan telak 6-1 saat menjamu PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Gianyar, Senin 6 April 2026 lalu. Hasil positif ini menjadi momen kebangkitan yang krusial bagi skuad berjuluk Serdadu Tridatu tersebut, setelah pada pekan sebelumnya mereka harus menelan kekalahan pahit 0-3 dari Persis Solo.
Dalam kemenangan besar tersebut, transformasi posisi Kadek Arel menjadi pusat perhatian. Pemain yang biasanya kukuh di jantung pertahanan itu diplot sebagai gelandang bertahan, namun ia mampu membuktikan kualitasnya dengan tampil impresif dalam menjaga keseimbangan serta aliran bola di lini tengah Serdadu Tridatu.
Ketika disinggung mengenai perubahan posisi tersebut, Kadek Arel mengaku tidak mengalami kesulitan. Sebab, bermain sebagai gelandang bertahan bukan sesuatu yang baru untuknya.
"Kalau soal posisi sebagai gelandang, kebetulan pada saat di Timnas U-20 saya cukup sering bermain di posisi itu dan rasanya tidak terlalu banyak adaptasi," kata Kadek Arel, dipetik dari laman resmi I.League, Jumat (10/4/2026).
Bicara soal hasil, Kadek Arel menyebut kemenangan besar atas PSBS Biak sangat penting bagi Bali United. Kemenangan tersebut menjadi modal penting bagi skuad Serdadu Tridatu dalam menatap laga kontra Persib Bandung di pekan ke-27 Super League 2025-2026.