JAKARTA - Gelombang keraguan mulai menyelimuti pendukung setia Persija Jakarta, The Jakmania terkait peluang tim kesayangan mereka menjuarai Super League 2025-2026. Menanggapi situasi tersebut, pelatih kepala Mauricio Souza akhirnya angkat bicara untuk meredam kekhawatiran yang muncul usai hasil kurang maksimal di laga kandang terakhir.
Persija Jakarta lagi-lagi harus terpeleset. Terbaru, tim berjulukkan Macan Kemayoran itu bermain imbang 1-1 saat menjamu Dewa United dalam laga lanjutan Super League 2025-2026 di Jakarta International Stadium (JIS), Minggu 15 Maret 2026 malam WIB.
Ini menjadi hasil imbang kedua di kandang secara beruntun yang didapat Persija Jakarta setelah sebelumnya ditahan imbang 2-2 saat menjamu Borneo FC pada 3 Maret lalu. Dua hasil imbang tersebut membuat The Jakmania khawatir akan peluang timnya meraih gelar juara musim ini.
Terkait hal itu, Souza memahami kritikan yang diluapkan oleh suporter. Namun juru taktik asal Brasil itu juga menegaskan bahwa kekecewaan yang dirasakan The Jakmania juga dirasakan oleh skuad Persija Jakarta secara mendalam.
“Tentu saja para penggemar akan mengeluh. Perasaan para penggemar juga merupakan perasaan kami. Tetapi saya tidak melihat kurangnya semangat juang di lapangan, saya tidak melihat kurangnya perjuangan,” kata Souza, dikutip Rabu (18/3/2026).
Souza merasa kegagalan Persija Jakarta yang gagal mendulang poin penuh melawan Dewa United bukan semata-mata karena performa tim yang buruk. Melainkan ada faktor dari absennya beberapa pemain penting yang menghambat skema permainan tim.
“Hari ini kami tidak memiliki Alaaeddine (Ajaraie), kami tidak memiliki Allano (Lima), kami tidak memiliki Mauro (Zijlstra), dan kami tidak memiliki Paulo (Ricardo). Dan kami memainkan pertandingan pertama Jean (Mota) sebagai starter untuk tim,” terang Souza.
“Kami memikul semua tanggung jawab kami. Jangan berpikir bahwa kalian lebih merasakan hasil ini daripada kami. Kami bisa saja mendapatkan empat poin lagi hari ini Borneo dan Dewa. Dan di kedua pertandingan itu, saya ulangi, baik Borneo maupun Dewa tidak lebih baik di lapangan daripada kami,” tambahnya.
Lebih lanjut, Souza mengatakan bahwa Persija Jakarta akan terus berjuang sampai titik darah penghabisan dalam persaingan perebutan gelar. Ia pun membeberkan sejumlah pengorbanan yang telah dilakukan tim selama ini untuk meraih hasil terbaik.
“Jadi kami merasakan frustrasi para penggemar, tetapi frustrasi para penggemar juga merupakan frustrasi kami. Karena kami bekerja setiap hari, kami berlatih di bawah terik matahari, di tengah hujan. Saya pulang jam 1 pagi untuk dapat membawa kegembiraan bagi kita semua. Tetapi kami akan berjuang sampai akhir,” sambung Souza.
“Dan saya yakin bahwa jika hasilnya tidak sesuai harapan, semangat juang dan komitmen kami sangat tinggi. Kami juga tidak melihat apa yang dikatakan media sosial, saya tidak mengontrol apa yang mereka katakan. Saya mengontrol apa yang saya lakukan,” tutupnya.
Persija Jakarta saat ini terkunci di posisi ketiga klasemen sementara Super League 2025-2026 dengan raihan 52 poin. Macan Kemayoran terpaut enam poin dari Persib Bandung, serta dua angka dari Borneo FC yang menempati posisi pertama dan kedua.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.