PELATIH PSM Makassar Tomas Trucha menyatakan Ricky Pratama tidak diboyong ke Jakarta. Ricky Pratama tidak disertakan berdasarkan kebutuhan skuad Juku Eja -julukan PSM Makassar
PSM Makassar akan melawan Persija Jakarta dalam lanjutan pekan ke-22 Super League 2025-2026. Laga itu itu akan berlangsung di Jakarta International Stadium (JIS), Jakarta pada Jumat 20 Februari 2026 pukul 20.30 WIB.
Tomas Trucha membawa 21 pemain ke Jakarta setelah memantau kondisi personel. Berdasarkan pertimbangan itu membuat Ricky Pratama harus ditinggal di Makassar.
"Kami punya 32 pemain di dalam skuad. Saat saya memilih pemain yang akan berangkat, saya selalu memilih 21 pemain," kata Tomas Trucha dalam konferensi pers jelang laga.
"Tentu saja pada saat saya memilih, saya akan memilih pemain yang siap untuk pertandingan. Dan untuk menjawab pertanyaan Anda, Ricky tidak ada dalam tim sekarang," sambung juru taktik asal Republik Ceko ini.
Pelatih 52 tahun itu tidak menampik mengetahui persoalan yang sedang dialami Ricky Pratama. Akan tetapi, ia tidak bisa berbicara banyak terkait hal itu.
"Saya kira klub sedang berbicara atau berhubungan dengan pihak berwenang terkait hal ini. Saya sebagai pelatih hanya bisa bekerja dengan mereka saat saya melihat mereka di sesi latihan," kata pelatih yang memiliki perawakan seperti Jurgen Klopp ini.
"Jika dia ada di latihan, saya hanya bekerja dengan mereka sesuai dengan profesi kita. Untuk memberi komentar lebih jauh tentang ini sulit bagi saya. Saya kira ia nanti akan berhubungan dengan pihak berwenang dan saya kira waktu nanti akan menjawabnya," tambah Tomas Trucha.
Sebatas informasi, Ricky Pratama diduga melakukan penganiayaan terhadap sang kekasih dengan inisial AD. Eks pemain Timnas Indonesia U-19 ini dikabarkan telah dilaporkan ke Polda Sulawesi Selatan atas dugaan penganiayaan tersebut.

AD melaporkan lantaran dirinya mengalami luka memar akibat diduga dianiaya oleh pemain PSM Makassar tersebut. Kasus Ricky Pratama mencuat berawal dari thread dari AD.
Awalnya isu itu viral tanpa menyebutkan nama. Hingga akhirnya nama sang pemain diduga menjadi sosok yang melakukan penganiayaan karena ada ciri-ciri pemain Super League dan berlabel Timnas Indonesia.
Sosok Ricky Pratama kemudian benar-benar terungkap setelah korban mendatangi Kepolisian Terpadu (SPKT) Polda Sulsel pada 15 Februari 2026 didampingi dua kuasa hukumnya untuk membuat laporan resmi. Adapun peristiwa penganiayaan dilaporkan terjadi pada 6 Februari 2026 di sebuah indekos di Jalan Anuang, Kelurahan Maricaya, Kecamatan Mamajang, Kota Makassar.
(Ramdani Bur)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.