FASE liga dari ajang Liga Champions 2025-2026 akhirnya memasuki matchday terakhir, yang mana rangkaian pertandingan krusial itu akan berlangsung pada Kamis, 29 Januari 2026 pukul 03.00 WIB. Fokus utama tertuju pada upaya Arsenal mengukir sejarah baru, serta laga-laga penuh emosi yang mempertemukan para mantan penggawa dengan klub lama mereka.
Arsenal saat ini berada di ambang sejarah besar. Sebagai satu-satunya tim yang berhasil menyapu bersih tujuh pertandingan pertama fase liga musim ini dengan kemenangan, skuad asuhan Mikel Arteta berpeluang menjadi tim pertama yang meraih delapan kemenangan beruntun sejak format baru diperkenalkan.
Menghadapi Kairat Almaty yang sedang terpuruk tanpa kemenangan dalam sepuluh laga terakhir di kompetisi Eropa, Arsenal diprediksi tidak akan menemui hambatan berarti. Apalagi Gabriel Martinelli tengah tajam dengan selalu mencetak gol dalam tiga laga kandang terakhir.
Bergeser ke Jerman, Borussia Dortmund bersiap menjamu Inter Milan dalam laga yang sarat gengsi. Dortmund hanya butuh satu kemenangan lagi untuk menggenapkan koleksi 100 kemenangan dalam sejarah Liga Champions mereka.
Namun, laga ini lebih dari sekadar angka, akan ada aroma reuni bagi penggawa Inter, Manuel Akanji dan Henrikh Mkhitaryan, yang kembali ke Signal Iduna Park sebagai lawan. Sementara Dortmund sangat kukuh di kandang, Inter justru datang dengan tren negatif setelah menelan tiga kekalahan beruntun di kompetisi ini.
Beralih ke Italia, Napoli akan menjamu Chelsea dalam laga yang membangkitkan memori babak 16 besar tahun 2012. Pelatih Napoli, Antonio Conte, akan menghadapi mantan klub yang pernah dibawanya menjuarai Liga Inggris.
Napoli memiliki rekor kandang yang mengerikan saat menjamu wakil Inggris, dengan memenangkan delapan dari 11 pertemuan. Sebaliknya, Chelsea punya catatan buruk di tanah Italia, di mana mereka kalah enam kali dari tujuh kunjungan terakhirnya. Meski begitu, Chelsea tetaplah tim produktif yang tidak pernah bermain imbang tanpa gol dalam 55 laga terakhir di kompetisi Eropa.