Sebelum resmi berlabuh di Jakarta, nama Herdman sudah menjadi komoditas panas di zona CONCACAF. Menurut media Honduras, Diez, Herdman dikabarkan menolak tawaran dari beberapa negara seperti Honduras hingga Jamaika.
Herdman lebih memilih untuk mengambil tantangan baru bersama Timnas Indonesia sebagai pelabuhan karier berikutnya.
Meskipun tidak pernah menjadi pemain profesional, kecerdasan taktik Herdman sangat diakui. Ia dikenal gemar menggunakan formasi 3-4-3 yang eksplosif, namun sangat fleksibel untuk berubah ke 4-4-2 atau 4-2-3-1 tergantung lawan yang dihadapi.
Herdman juga sudah terbiasa menangani pemain bintang saat melatih Toronto FC di MLS, seperti duet Italia Federico Bernardeschi dan Lorenzo Insigne.
Herdman tidak punya banyak waktu untuk bersantai. Di tahun pertamanya ini, ia langsung memimpin Garuda di FIFA Series pada Maret 2026 yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno. Setelah itu, rangkaian FIFA Matchday sepanjang tahun serta turnamen Piala AFF yang dimulai 25 Juli 2026 sudah menanti di depan mata.
(Rivan Nasri Rachman)