Seperti yang dijabarkan di atas, Garuda Muda baru bisa mencetak dua gol di akhir babak kedua. Hal itu dikarenakan lini depan Timnas Indonesia U-22 telat panas.
Mauro Zijlstra dan Rafael Struick yang dipercaya sejak menit pertama memimpin lini depan Garuda Muda gagal tampil apik. Jens Raven yang baru masuk di pertengahan babak kedua justru mampu mencetak dua gol yang setidaknya mampu membuat Timnas Indonesia U-22 menang atas Myanmar.
Pelatih Indra Sjafri jelas menjadi salah satu penyebab kegagalan Timnas Indonesia U-22 lolos ke semifinal. Pemilihan pemain, hingga strategi kerap dipertanyakan.
Telatnya memasukkan Jens Raven pun dinilai menjadi salah satu kegagalan Indra Sjafri membaca situasi.
Salah satu penyebab Timnas Indonesia U-22 kesulitan untuk lolos ke semifinal SEA Games 2025 adalah kalahnya Garuda Muda dari Filipina U-22 di laga pembuka Grup C. Awalnya Timnas Indonesia U-22 dijagokan untuk menang, namun mereka justru tumbang 0-1.
Andai saja menang, para pemain Timnas Indonesia U-22 tak bermain dalam tekanan saat melawan Myanmar. Namun, gara-gara kekalahan dari Filipina, Jens Raven cs dibebankan wajib menang dengan selisih tiga gol.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.