Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSSI Buka-bukaan Penyebab Kesulitan Gelar Piala Indonesia

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Senin, 07 Juli 2025 |16:24 WIB
PSSI Buka-bukaan Penyebab Kesulitan Gelar Piala Indonesia
PSSI buka-bukaan penyebab kesulitan gelar Piala Indonesia (Foto: PSSI)
A
A
A

JAKARTA – Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka-bukaan soal penyebab sulitnya menggelar Piala Indonesia. Kompetisi piala domestik itu memang sudah mati suri selama lima tahun.

Sebatas informasi, terakhir kali Piala Indonesia digelar pada 2018-2019. Ketika itu, PSM Makassar tampil sebagai juara usai menaklukkan Persija Jakarta di partai final.

1. Sangat Terbuka

Drawing Babak 8 Besar Piala Indonesia 2018 (Foto: Djanti Virantika/Okezone)

Erick sangat terbuka dengan dorongan publik soal menghidupkan kembali Piala Indonesia. Akan tetapi, untuk menggelar ajang itu faktor geografis Indonesia menjadi salah satu tantangan.

"Saya sangat welcome. Liga 1 ada 18 klub, negara mana di Asia Tenggara yang kompetisinya juga diisi 18 tim? Tidak ada,” kata Erick di Jakarta, Senin (7/7/2025).

“Geografis Indonesia, dari ujung ke ujung, naik pesawat delapan jam, bukan naik mobil yang delapan jam. Kita negara kepulauan. Artinya, sudah klubnya banyak, geografisnya jauh," sambung pria yang juga Menteri BUMN itu.

Erick mengatakan beberapa klub Liga 1 pun akan didera jadwal padat meski tanpa Piala Indonesia. Oleh dikarenakan, ada tim Liga 1 yang tampil AFC Champions League (ACL) 2, AFC Challenge League (ACGL), dan ASEAN Club Championship (ACC).

 

"Ketika klub bermain Jumat-Minggu. Di tengah-tengahnya ada turnamen antarklub Asia yang tingkatannya ada tiga. Lalu sekarang juga ada turnamen antarklub Asia Tenggara," beber Erick.

"Jadi Piala Indonesia, silakan kalau masuk kalendernya. Tapi yang tadi, saya tidak takut dihujat karena saya percaya proses. Ini pola pikir yang sama-sama kita dudukkan. Tidak ada salah dan benar. Saya mendukung Piala Indonesia, cuma kalendernya kapan?" tanya pria berusia 54 tahun itu.

2. Pemulihan Pemain

Drawing Babak 8 Besar Piala Indonesia 2018 (Foto: Djanti Virantika/Okezone)

Erick juga khawatir anggaran operasional klub akan membengkak dengan adanya Piala Indonesia. Selain itu, pemulihan kondisi pemain menjadi tantangan jika semakin padatnya jadwal kompetisi.

"Saya rasa biaya logistik, pemain yang cedera. Apalagi kalau saya kepentingannya, mohon maaf, tiba-tiba pemain Timnas Indonesia cedera semua. Pengganti yang tidak ada. Talent pool kita tipis. Ini realitanya," tutupnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement