Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Arrigo Sacchi Tetap Anggap Juventus Pesaing Scudetto tapi di Belakang Duo Milan

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Selasa, 10 Oktober 2023 |14:27 WIB
Arrigo Sacchi Tetap Anggap Juventus Pesaing <i>Scudetto</i> tapi di Belakang Duo Milan
Juventus tetap dianggap sebagai pesaing scudetto (Foto: Juventus)
A
A
A

TURIN - Arrigo Sacchi tetap menganggap Juventus sebagai pesaing scudetto Liga Italia 2023-2024. Namun, si Nyonya Tua disebutnya berada di belakang duo AC Milan dan Inter Milan dalam hal peluang menjuarai Liga Italia musim ini.

Start Juventus cukup apik di Liga Italia 2023-2024. Federico Chiesa dan kawan-kawan bercokol di peringkat tiga usai delapan laga dengan nilai 17, hasil dari lima kali menang, dua imbang, dan sekali kalah.

Juventus vs Torino

Juventus saat ini tertinggal dua poin dari Inter Milan di posisi dua. Mereka juga terpaut empat angka dari AC Milan sebagai capolista.

Sacchi sendiri beberapa kali terang-terangan mengutuk gaya bermain Juventus di bawah asuhan Massimiliano Allegri. Namun, pelatih legendaris Italia itu mengakui Bianconeri termasuk salah satu pesaing scudetto.

Pun begitu, kadar peluang Juventus meraih titel juara masih ada di belakang duo Milan. Bahkan, menurut Sacchi, klub yang bermukim di Stadion Allianz itu punya peluang setara sang juara bertahan Napoli yang nangkring di tangga kelima.

"Duel antara dua tim Milan menjadi motif utama dalam start liga musim ini, tetapi kita tidak boleh melupakan Juventus dan Napoli juga siap (memasuki persaingan juara)," tutur Sacchi, mengutip dari JuveFC, Selasa (10/10/2023).

Dari sisi apa pun, Juventus tak boleh dilupakan dari pesaing scudetto. Klub yang dimiliki keluarga Agnelli itu merupakan pengoleksi terbanyak titel Liga Italia dengan total 36 buah.

Faktor lainnya, Juventus tidak bermain di kompetisi Eropa musim ini. Hal itu terjadi setelah mereka mendapat hukuman pengurangan poin dari FIGC akibat kasus Plusvalenza musim lalu.

Federico Chiesa sempat membuat laga Sassuolo vs Juventus imbang 2-2 (Foto: Reuters/Alberto Lingria)

Dengan tidak bermain di kompetisi Eropa, fokus Juventus bisa tercurah sepenuhnya ke Liga Italia. Jangan lupa, situasi ini pernah mereka rasakan pada Liga Italia 2011-2012 bersama Antonio Conte.

Ketika itu, Juventus bisa merengkuh titel pertamanya setelah kasus Calciopoli. Bahkan, La Fidanzata d'Italia sukses tak terkalahkan sepanjang musim itu, serta memperpanjang dominasi hingga 2020.

(Wikanto Arungbudoyo)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement