Stadion ini sepenuhnya digunakan oleh asosiasi sepakbola asli pertama di Jakarta, yaitu VIJ. Tak hanya itu, VIJ juga menjadi simbol perlawanan rakyat Indonesia terhadap penjajahan karena tak adanya nama Batavia pada asosiasi tersebut.
Selama digunakan oleh klub VIJ, stadion ini menjadi saksi bisu atas diraihnya empat gelar juara kompetisi perserikatan pada 1931, 1933, 1934, dan 1938. Bakat-bakat pemain pribumi pun mulai mencuat lewat stadion ini, sebut saja Roeljaman, Iskandar, A. Gani, Djaimin, Moestari, dan Soetarno.

Lalu pada 1950, klub VIJ secara resmi berganti nama menjadi Persija. Selain berganti nama, klub ini juga berpindah basis yang tadinya di lapangan Petojo (stadion VIJ) menjadi ke Stadion Menteng.
Kendati demikian, lapangan VIJ masih tetap difungsikan oleh masyarakat sekitar sebagai sarana olahraga. Kemudian pada 1980, stadion ini dibangun kembali dan sahamnya diserahkan kepada Pemerintah DKI Jakarta.
Demikian Sejarah Stadion Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ), Tempat Kelahiran Persija.
(Djanti Virantika)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.