Kakak kandung Andre Onana, Nnana Onana pertama kali berkarier di Indonesia dengan bergabung bersama Persikad Depok. Bersama klub tersebut, nama Nnana Onana seketika melambung di kancah sepak bola tanah air.

Hal itu lantas membuat Nnana Onana berkesempatan membela klub lain seperti PSPS Riau hingga Persis Solo.
Seluruh penghasilan Nnana Onana selama berkarier menjadi pemain sepak bola di Indonesia dikumpulkan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Selain itu, penghasilannya juga digunakan untuk membelikan sarung tangan, jersey hingga sepatu untuk Andre Onana.
Kabarnya, saat Nnana Onana aktif bermain di Liga Indonesia, Andre Onana tengah belajar di Samuel Eto'o Academy. Dan tak lama kemudian, Andre Onana hijrah ke akademi La Masia Barcelona pada 2010.
Berkat jerih payah yang ditunjukan oleh sang kakak, Andre Onana tidak ingin menyia-nyiakan hal tersebut. Kiper berusia 24 tahun itu pun bekerja keras untuk dapat menjadi penjaga gawang terbaik di dunia.
Dan hal itu terbukti adanya. Setelah lama berada di Akademi La Masia Barcelona, Andre Onana kemudian hijrah ke Belanda dan bergabung bersama Ajax Amsterdam.
Bersama Ajax Amsterdam, karier Andre Onana terus melambung dan melampaui kakaknya. Terutama pada musim 2018-2019, di bawah asuhan Erik ten Hag, Andre Onana sukses mengantarkan Ajax menembus semifinal Liga Champions.
Setelah itu, Andre Onana bergabung dengan Inter Milan. Hebatnya, Andre Onana berhasil antarkan Inter Milan ke final Liga Champions musim lalu.
Setelah Inter Milan, saat ini Andre Onana kembali dilatih oleh Erik ten Hag di tim baru, yakni Manchester United. Menarik untuk menyaksikan kiprah Andre Onana bersama Manchester United.
(Coro Mountana)