KETIKA Indonesia terancam sanksi FIFA, Palestina siap turun di Malaysia dan Timnas Israel U-20 bersiap mentas di Piala Dunia U-20 2023. Nasib Indonesia apakah terkena banned atau tidak akan ditentukan dalam negosiasi yang dilakukan Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, pada hari ini Kamis, (6/4/2023).
Negosiasi ini dilakukan menyusul dicabutnya status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023 oleh FIFA. Federasi Sepakbola Dunia ini mencabut status Indonesia, ditengarai karena kecewa adanya penolakan terhadap kiprah Timnas Israel U-20 di Tanah Air.

(Presiden FIFA Gianni Infantino mencabut status Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Foto: REUTERS)
Sekadar diketahui, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Bali I Wayan Koster menolak kehadiran Timnas Israel U-20 untuk bermain di wilayah mereka. Ironisnya, Jawa Tengah (Solo) dan Bali (Gianyar) merupakan dua wilayah yang dijadikan venue Piala Dunia U-20 2023.
Penolakan terhadap Israel ini disebut-sebut sebagai perjuangan terhadap rakyat Palestina yang selama puluhan tahun dijajah Israel. Sayangnya, di saat Indonesia terancam sanksi FIFA, sepakbola Palestina dan Israel adem-ayem.
Berhubung tak ada pembicaraan soal sanksi FIFA, Timnas Israel U-20 hampir pasti ambil bagian di Piala Dunia U-20 2023 yang dilangsungkan pada 20 Mei hingga 11 Juni 2023. Sejauh ini belum diketahui di mana Piala Dunia U-20 2023 akan dilangsungkan.
Namun, kabar yang beredar sejauh ini baru Argentina yang mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia U-20 2023. Sementara itu, Palestina negara yang didukung sebagian masyarakat Indonesia tetap bisa menjalankan aktivitas sepakbola mereka.