KISAH sedih Nurkiman, pesepakbola Persebaya Surabaya yang kehilangan penglihatan gara-gara ulah anarkis suporter menarik simpati publik. Nurkiman masih teringat anarkisnya suporter sampai ia kehilangan penglihatannya
Insiden tersebut terjadi pada Liga Dunhill II yang mempertemukan Persebaya Surabaya kontra Persema Malang di Stadion Gajayana Malang, Selasa 26 Desember 1995. Pertandingan berjalan suportif dan berakhir sama kuat antara Persebaya dan Persema.

Tidak ada peristiwa berarti sepanjang pertandingan. Persebaya pulang menggunakan bus dari stadion. Nahas, suporter Persema menyerang bus pemain Persebaya di jalan. Inilah kisah sedih Nurkiman, pesepakbola Persebaya yang kehilangan penglihatan gara-gara ulah anarkis suporter menjadi kenangan pahit.
Kisah Sedih Nurkiman, Pesepakbola Persebaya yang Kehilangan Penglihatan Gara-Gara Ulah anarkis Suporter
Suporter anarkis Persema menyerang bus Persebaya dengan melempari batu. Nurkiman yang saat itu duduk dekat jendela terkena pecahan kaca akibat lemparan batu dari ketapel. Sebelah kanan Nurkiman terdapat rekannya Mursyid Effendi.
“Jalannya bis itu melambat di pinggir jalan itu ada suporter Malang. Terus pas tikungan, bodi bis itu dilempar batu. Saya nengok kiri, langsung kaca pecah. Dapet informasi ternyata diketapel,” ujar Nurkiman melalui Youtube Omah Balbalan, Jumat (30/07/21).