4. Lukas Podolski (Jerman)

Mantan penyerang Bayern Munich dan Arsenal itu tak bisa disebut sebagai pemain terbaik Jerman. Meski begitu, ia seorang legenda lokal di Cologne, klub yang membesarkannya.
Kendati demikian, penyerang serbabisa itu mendapat kesempatan tampil dalam 130 laga untuk Timnas Jerman, menempatkannya di urutan ketiga dalam peringkat sepanjang masa. Podolski juga pencetak gol terbanyak ketiga di belakang Miroslav Klose dan Gerd Muller dengan 49 gol.
3. Angelos Charisteas (Yunani)

Charisteas akan dikenang sebagai legenda Yunani untuk generasi yang akan datang, setelah mencetak gol kemenangan melawan Portugal di Final Piala Eropa 2004. Striker kekar itu juga mencetak gol kemenangan melawan Prancis di perempatfinal, dan kontra Spanyol di turnamen yang sama.
Dengan catatan 25 gol untuk negaranya, pemain yang kini berusia 42 tahun itu menjadi pencetak gol terbanyak kedua Yunani sepanjang masa. Charisteas selalu diandalkan untuk tim nasional namun tidak pernah berhasil meyakinkan di klubnya.
Bahkan, ia hanya mencetak sembilan gol di musim terbaiknya bersama Werder Bremen pada 2002-03. Segalanya menjadi lebih buruk selama di Ajax, Feyenoord, Nuremberg, Bayer Leverkusen, dan Schalke.
2. Aljosa Asanovic (Kroasia)

Gelandang elegan satu ini merupakan jantung dari semua yang dilakukan tim nasional Kroasia di akhir dekade 90-an. Umpannya yang sempurna, membuat tim ini masuk perempatfinal Piala Eropa 1996.
Sayangnya, pemain yang kini berusia 56 tahun itu hanya memenuhi sebagian kecil dari potensinya dalam karier klub. Padahal, dia mendapat kesempatan untuk membela Montpellier, Derby, Napoli, dan Panathinaikos.