Share

Temukan 42 Botol Miras Bersegel di Stadion Kanjuruhan, PSSI Dapat Hujatan dari Netizen

Andhika Khoirul Huda, MNC Portal · Rabu 05 Oktober 2022 12:12 WIB
https: img.okezone.com content 2022 10 05 49 2681012 temukan-42-botol-miras-bersegel-di-stadion-kanjuruhan-pssi-dapat-hujatan-dari-netizen-CclWedJ9hO.jpg Temukan 42 botol Miras bersegal di Stadion Kanjuruhan, PSSI Dapat Hujatan dari Netizen (Foto: Avirista Midaada/MPI)

TEMUKAN 42 botol miras bersegel di Stadion Kanjuruhan, PSSI dapat hujatan dari Netizen akan dibahas pada artikel ini. Erwin Tobing selaku Ketua Komite Disiplin (Komdis) PSSI mengungkapkan pihaknya telah menemukan 42 botol minuman keras yang masih tersegel di Stadion Kanjuruhan.

42 botol minuman keras yang masih tersegel itu ditemukan oleh PSSI pasca kerusuhan yang terjadi usai laga antara Arema FC vs Persebaya Surabaya, Sabtu 1 Oktober 2022 lalu. Namun, bukannya mendapat dukungan, PSSI justru dihujat habis-habisan netizen Tanah Air.

Hal itu didapat dari hasil investigasi yang dilakukan PSSI setelah melakukan pertemuan dengan perwakilan manajemen Arema FC, Ketua Pelaksana Petandingan Arema FC, Abdul Haris dan Security Officer Arema FC, Suko Sutrisno. Lalu, hal tersebut diungkapkannya kepada awak media di Stadion Kanjuruhan pada Selasa, (4/10/2022).

"Jadi, ditemukan ada banyak minuman keras, botol badek atau cunrik yang istilahnya padat dan dalam botol plastik. Itu sampai ada 42 botol belum sempat diminum di dalam stadion," kata Erwin Tobing.

BACA JUGA:Insiden Stadion Kanjuruhan, Hari Terkelam Sepakbola Indonesia

"Mengapa (minuman keras) bisa masuk, ini kan seharusnya ada penggeledahan. Yang bertanggung jawab itu pelaksana. Itu beberapa kelemahan-kelemahan yang kita temukan di sini," tambahnya.

Erwin Tobing menilai minuman keras tersebut seharusnya tak bisa dimasukkan ke dalam stadion. Sebab, semua barang-barang yang dibawa oleh penonton yang hadir, harus melewati pemeriksaan terlebih dulu sebelum mereka naik ke tribun.

Akan tetapi, bukannya dapat dukungan dari publik, temuan tersebut justru mendapat hujatan dari netizen. Bahkan, salah satu Aremania yang hadir di Kanjuruhan dalam peristiwa itu, yakni akun Twitter, @Bintara_BA, meragukan adanya minuman keras tersebut karena korek api saja tidak lolos dari pemeriksaan petugas.

Arema FC

“Kalau beneran ada, tentu dibawa oleh orang yang tidak di-screening. Sebab, korek pun enggak bisa masuk, apalagi miras botolan bersegel,” cuitnya.

“WKWKWK FITNAHMU COK @PSSI, korek aja di sita, lha kok ada botol miras,” sahut akun @indiarhmn.

Kemudian, para netizen mempertanyakan pengaruh penemuan botol minuman keras tersebut kepada Tragedi Kanjuruhan. Sebab, para korban yang ada mayoritas disinyalir banyak yang sesak napas dan terinjak-injak karena gas air mata yang ditembakkan petugas keamanan ke tribun penonton.

“Kenapa botol miras jadi penting ketika korban tewas pemicunya karena gas air mata?” tulis akun @sitaplana.

“Terus kenapa kalo ada botol miras? Kan masalahnya mereka ini jadi korban bukan karena ada orang mabok yang bunuh-bunuhan atau orang mabok yang buat ricuh. Toh botolnya masih tersegel belum dibuka. Ini peristiawa besar, tolong jangan buat masyarakat berspekulasi yang bisa memancing amarah,” tegas akun @oneshotoffee13

“Hayoo, kalian dah biasa merekayasa kasus untuk menghindar dari tanggung jawab. Kasar sekali skenarionya, malah diketawain netizen,” kata akun @Louis_chantika.

Seperti diketahui, kerusuhan terjadi setelah laga pekan ke-11 Liga 1 2022/2023 setelah Arema FC ditumbangkan sang rival, Persebaya Surabaya, 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Malang, pada Sabtu, 1 Oktober 2022 lalu. Hal itu disebabkan oleh lemparan gas air mata ke tribun penonton dari petugas keamanan berusaha mengontrol supporter Arema yang turun ke lapangan selepas pertandingan usai.

Ribuan penonton di tribun pun berdesakan menuju pintu keluar karena tak tahan dengan gas air mata tersebut. Alhasil, banyak dari mereka yang mengalami sesak napas dan terinjak oleh penonton lainnya hingga menyebabkan jatuhnya korban jiwa, setidaknya sebanyak 125 orang dan ratusan lainnya luka-luka.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini