Share

Kisah David James, Kiper Top Liga Inggris yang Miskin di Masa Tua hingga Jual Gergaji Mesinnya demi Lunasi Utang

Asthesia Dhea Cantika, MNC Portal · Kamis 29 September 2022 18:50 WIB
https: img.okezone.com content 2022 09 29 45 2677679 kisah-david-james-kiper-top-liga-inggris-yang-miskin-di-masa-tua-hingga-jual-gergaji-mesinnya-demi-lunasi-utang-xEO70qqBin.jpg Kisah David James, Kiper Top Liga Inggris yang Miskin di Masa Tua hingga Jual Gergaji Mesin demi Lunasi Utang. (Foto: Transfermarkt)

KISAH David James, kiper top Liga Inggris yang miskin di masa tua hingga jual gergaji mesinnya demi lunasi utang memang menarik untuk dibahas. Diketahui setengah abad penampilannya di Inggris, ia bermain untuk klub-klub besar seperti Watford, Liverpool, Aston Villa, West Ham dan Manchester City.

Melansir dari Mirror, di masa puncak kesuksesannya, James berhasil menghasilkan 50.000 poundsterling per pekan saat bermain untuk Portsmouth. Sayangnya, sebelum ia berhenti dari kariernya selama 26 tahun sebagai penjaga gawang pada 2014, ia kehilangan segalanya.

James dinyatakan bangkrut dan terpaksa melelang sejumlah barang pribadi. Ini termasuk berbagai kenangan sepakbola, seperti 150 jersey yang ia kenakan sendiri, atau yang ia terima dalam pertukaran pada akhir pertandingan.

Tak hanya itu, David James juga melelang peralatan DJ termasuk sekira 1.800 piringan hitam, sebuah van, dan gergaji mesin.

Tidak diketahui secara jelas bagaimana James mengalami kebangkrutan, namun diyakini ia berada di balik utang yang menumpuk setelah perceraian dengan istrinya Tanya pada 2005.

Dalam otobiografi 2004, mantan rekan setimnya di Liverpool, Stan Collymore menggambarkan bagaimana rasanya tinggal bersama James pada 1995. Ia menggambarkan David James itu dengan sifat yang mudah menghamburkan uang.

“Terlalu banyak pendapatan yang bisa dibelanjakan, kurasa. Terlalu mudah hanya untuk membuang barang. Terlalu mudah untuk menghabiskan uang seolah-olah Anda akan mendapatkan uang sebanyak itu selama sisa hidup Anda,” terang Collymore, melansir dari Mirror, Kamis (29/9/2022).

Kendati demikian, dilaporkan oleh Independen pada 2014 bahwa James mengambil kebangkrutannya dengan pendekatan 'filosofis' yang sama dengan yang ia ambil sepanjang karier sepakbolanya.

Sebelum kebangkrutannya, David James diketahui mendirikan yayasan sendiri untuk mensponsori proyek-proyek di Malawi. Dilaporkan bahwa ia menaruh banyak kekayaannya sendiri untuk amal.

Kolom surat kabarndi The Observer yang berjalan selama bertahun-tahun, dilakukan dengan imbalan sumbangan ke yayasan. Juga diklaim bahwa saat Portsmouth, klub yang kemungkinan James peroleh gaji tertinggi dalam kariernya, masuk ke administrasi.

David James

James menyumbangkan perjanjian krediturnya kepada anggota staf dari klub yang tidak dibayar dan berisiko kehilangan pekerjaan mereka. Collymore pun menyebut David James sebagai pria yang cerdas sekaligus bodoh.

"Dia bisa tampil sebagai pria paling tebal dan paling bodoh di planet ini, tetapi Anda hanya perlu mendengarkannya berbicara di saat-saat yang lebih rasional untuk menyadari bahwa dia adalah pria yang sangat cerdas," pungkas Collymore.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini